Hakim Deadline Seminggu Terdakwa Pencurian Ikan, Banding atau Bayar Denda

Juan Domingo Nelson (57) dan Gonzales Crilo Ramon (58) terdakwa kasus ilegal Fashing Kapal FV Viking bimbang dengan vonis yang diterimanya

Hakim Deadline Seminggu Terdakwa Pencurian Ikan, Banding atau Bayar Denda
tribunbatam/wahib waffa
Terdakwa berdiskusi dengan penasihat hukum dan penerjemah usai sidang 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Juan Domingo Nelson (57) dan Gonzales Crilo Ramon (58) terdakwa kasus ilegal Fashing Kapal FV Viking bimbang dengan vonis yang diterimanya.

Keduanya divonis denda Rp 2 miliar dengan subsider 4 bulan penjara.

Putusan ini di bacakan oleh Ketua Majelis Hakim Acep Sopian Sauri SH . Dalam putusnya, terdakwa terbukti bersalah telah melakukan perbuatan mengeperasikan kapal ikan berbendera asing Zona Ekonomi eksklusif Indonesia (ZEEI‎) tanpa dilengkapi surat izin penangkapan ikan (SIPI).

‎"Sebagaimana tertera dalam dakwaan subsider melanggar Pasal 93 Ayat 4 Jo Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP," ungkapnya.

Terdapat barang bukti berupa 2 unit handphone dikembalikan kepada kedua terdakwa, dan Kapal FV viking berbendera Nigeria seberat 1299.00 ton, serta peralatan untuk menangkap ikan telah dimusnahkan.

Namun kedua terdakwa masih bingung apakah akan banding atau menerima.

"Masih pikir-pikir dulu," kata Adven Tambun selaku penerjemah bahasa kedua terdakwa.

Pihaknya pun diberi waktu satu minggu oleh Pengadilan Negeri Tanjungpinang ‎untuk memutuskan untuk banding ataupun menerima putusan.

Begitu juga Jaksa penuntut Umum (JPU) Yuri Prasetyo SH yang sebelumnya menuntut hukuman 6 bulan penjara dan denda dua miliar juga menentukan sikapnya masih pikir-pikir atas vonis tersebut.

Kedua terdakwa yang merupakan Nahkoda dan Chief Engginering dari kapal FV Viking yang merupakan Kapal Buronan Interpol Norwegia yang diduga melakukan berbagai kejahatan.

Keduanya ditangkap tim gabungan TNI AL di perairan Tanjungberakit, Kabupaten Bintan, pada Kamis (25/2) lalu. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved