Tarif Pas Pelabuhan Karimun Naik?

Usulan tarif baru pas pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun oleh PT Pelindo I (Persero) Cabang Tanjungbalai Karimun sebesar Rp 7 ribu.

Tarif Pas Pelabuhan Karimun Naik?
Tribun Batam/Elhadif Putra
Pelabuhan Karimun 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – DPRD Karimun mengklaim belum ada pembahasan dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun perihal usulan tarif baru pas pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun oleh PT Pelindo I (Persero) Cabang Tanjungbalai Karimun sebesar Rp 7 ribu.

“Sampai saat ini belum ada pembahasan sama sekali, eksekutif belum ada minta untuk duduk bersama,” ujar Ketua Komisi II DPRD Karimun bidang Ekonomi dan Keuangan, M Yusuf Sirat, Rabu (10/8/2016).

Belum dibahas namun politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu sudah memberikan sinyal penolakannya terkait rencana PT Pelindo I (Persero) Cabang Tanjungbalai Karimun akan mengusulkan tarif baru pas pelabuhan domestik sekitar Rp 7 ribu per lembar.

Sinyal penolakan Yusuf Sirat tersebut mengacu pada tarif pas pelabuhan di daerah lain di Kepri seperti Batam yang masih berada sekitar harga maksimal Rp 5.000 per lembar.

Yusuf mengakui sebelumnya ada kesepakatan antara pemerintah daerah dengan Pelindo akan menyesuaikan tarif pas pelabuhan pasca renovasi dilakukan perusahaan BUMN tersebut.

“Setahu saya belum ada kita bicara pasal angka apalagi yang sampai naik ratusan persen. Rp 5.000 saja kemarin ditolak masyarakat apalagi sampai Rp 7.000. Semuanya mesti dikaji dengan seksama, daerah lain di Kepri saat ini berapa?

Batam saja kalau saya tak salah di bawah itu (Rp 7 ribu). Perbaikan yang telah dilakukan juga nanti dikaji juga. Intinya, sampai saat ini belum pembahasan sama sekali baik dengan eksekutif maupun dengan pelindo,” terang Yusuf Sirat.

Sebelumnya, General Manager (GM) PT Pelindo I (Persero) Cabang Tanjungbalai Karimun, Syari Ramadana mengatakan akan menaikkan tarif pas pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun pasca pembenahan fasilitas pelabuhan domestik dinyatakan selesai atau setelah hari raya Idulfitri 2016.

Tarif baru tersebut diperkirakan berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per lembar. Rencana kenaikkan tersebut mengacu pada kesepakatan antara Pelindo dengan Pemkab beberapa waktu lalu bahwa kenaikan dapat dilakukan apabila Pelindo sudah memperbaiki fasilitas pelabuhan domestik. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved