Breaking News:

Upaya Kudeta di Turki

Turki Kembali Diguncang Bom, Belasan Orang Tewas

Turki kembali diguncang bom. Dua ledakan terjadi di dua kota di bagian tenggara negara itu sehingga 13 orang tewas, Rabu (10/8/2016)..

Bulent KILIC / AFP
Warga berlindung ketika bentrokan terjadi saat militer menguasai Jembatan Bosphorus, Istanbul, Jumat (15/7/2016) malam. 

Serangan itu menargetkan sebuah bus yang membawa polisi. Sekitar 30 warga sipil dan 10 polisi terluka.

Di kota terbesar di kawasan ini, Diyarbakir, lima warga sipil tewas akibat serangan bom mobil yang juga hendak menargetkan polisi.

Sumber mengatakan, akibat serangan itu juga 12 orang terluka, termasuk lima polisi.

Seorang komandan PKK, Cemil Bayik, mengatakan "perang gaya baru telah dikembangkan". Bayik mengatakan itu dalam wawancara dengan kantor berita Firat, yang dekat dengan kelompok itu.

"Perang sekarang akan dilakukan di mana-mana tanpa membedakan antara pegunungan, lembah dan kota," kata Bayik.

Amerika Serikat mengutuk serangan terbaru dengan menegaskan kembali komitmennya dalam memberantas terorisme.

"Kami berhubungan erat dengan otoritas Turki dan menegaskan kembali komitmen kami untuk bekerja sama dengan Turki untuk menghadapi momok terorisme," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Ned Harga, dalam sebuah pernyataan.

Turki masih belum stabil setelah upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli lalu, yang menewaskan lebih dari 240 orang dan melukai 2.200 orang.

Lebih dari 60.000 orang, termasuk sejumlah anggota TNI dan polisi telah ditahan, dipecat, dan bahkan disiksa.

PKK, yang telah dicap sebagai organisasi teroris oleh Turki, Uni Eropa, dan Amerika Serikat, mengangkat senjata melawan Ankara sejak 1984.

Setidaknya lebih dari 40.000 orang, sebagian besar warga Kurdi, telah tewas dalam kekerasan itu. (kompas.com)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved