Rabu, 29 April 2026

Liga Inggris

Musim Lalu. Manajer Tottenham Mauricio Pochettino Ternyata Nyaris Bunuh Diri. Ini Sebabnya

Pada pekan terakhir, Tottenham kalah 1-5 dari Newcastle United di St James Park. Hasil itu memaksa Tottenham merelakan peringkat kedua kepada Arsenal

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
AFP
Mauricio Pochettino 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, merasa frustrasi lantaran rapor buruk timnya pada akhir musim Premier League 2015-2016.

Pada pekan terakhir, Tottenham kalah 1-5 dari Newcastle United di St James Park. Hasil itu memaksa Tottenham merelakan peringkat kedua kepada Arsenal.

Ada kekecewaan besar dirasakan Pochettino. Terlebih lagi, tim berjulukan The Spurs sempat bersaing ketat dengan Leicester City untuk perebutan gelar juara.

Hanya, sang arsitek tidak menumpahkan kekecewaan kepada anak-anak asuhnya pada evaluasi akhir musim. Bahkan, dia menunggu hingga ajang International Champions Cup 2016.

"Setelah pulang dari Australia, kami berbicara sedikit tentang akhir musim lalu. Pemain perlu mengetahui bagaimana perasaan manajer," tutur Pochettino.

"Saya ingin membunuh mereka. Saya juga ingin bunuh diri. Demikian perkataan saya kepada pemain. Saya bersikap sangat jujur kepada mereka," ucap pria asal Argentina itu.

Diharapkan Pochettino, pengalaman buruk tersebut bisa menjadi pelajaran berharga sehingga timnya mendongkrak prestasi pada musim 2016-2017.

Terlebih lagi, persaingan semakin ketat karena kedatangan sejumlah manajer papan atas, di antaranya Antonio Conte, Jose Mourinho, dan Josep Guardiola.

"Penting untuk mengambil sesuatu dari setiap pengalaman dan selalu menemukan sisi positifnya," ucap Pochettino.

Tottenham akan memulai petualangan di Premier League dengan melawan Everton di Goodison Park, Sabtu (13/8/2016).(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved