Olimpiade Rio 2016
Sprinter Pertama Arab Saudi Ini Jadi Bintang di Olimpiade
Meskipun ia hanya finis di urutan ketujuh dan gagal masuk final, namun gadis 22 tahun ini mendapat sambutan antusias penonton dan media sosial.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, RIO DE JENEIRO - Suasana stadion Olimpiade tempat berlangsungnya cabang olahraga atletik langsung bergemuruh, Jumat (13/8/2016) .
Ini tak lain karena kehadiran seorang sprinter Arab Saudi yang membuat sejarah dalam Olimpiade.
Sprinter Kariman Abuljadayel menjadi wanita Saudi pertama di lomba 100m. Selama ini, Arab Saudi tidak pernah menurunkan pelari cepat dalam Olimpiade.
Tak heran, Abuljadayel langsung menjadi bintang. Bahkan ia mendapat pujian di dunia maya. Itu karena penampilannya yang jauh berbeda dibanding atlet lain.
Ketika namanya dipanggil, ia muncul dengan pakaian tertutup penuh warna hitam ketat dan mengenakan hijab yang juga warna hitam.
Meskipun ia hanya finis di urutan ketujuh dan gagal masuk final, namun gadis 22 tahun ini mendapat sambutan antusias penonton dan langsung menjadi viral media sosial.
Para penonton mengunggah sosoknya di Twitter dan Instagram selama selama perlombaan berlangsung. Viral pun langsung menyebar ke pelosok dunia.
Abuljadayel memang bukan atlet berhijab pertama yang tampil di Olimpiade. Pada Olimpiade London 2012, Sarah Attar juga turun di atletik, menjadi pelari 800m.
Penampilan wanita berdarah Arab-Amerika ini bahkan sempat menimbulkan pro dan kontra dan menjadi perdebatan panitia. Ia akhirnya diperbolehkan bertanding setelah kontingen Arab Saudi mengancam mogok.
Atlet berhijab lainnya dari Timur Tengah adalah Noor Hussain Al-Malki asal Qatar dan Shinoona Salah al-Habsi dari Oman.
Abuljadayel mengaku dirinya terinspirasi pada Sarah. Hanya saja, tentu saja penampilan Abuljadayel lebih dramatis oleh media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kariman-abuljadayel_20160813_033105.jpg)