Hitungan Menit, Patroli Polisi Tangkap Belasan Nelayan Ilegal Vietnam. Ini Nasibnya

Aparat keamanan di laut seakan berlomba dalam menumpas habis aksi pencurian ikan atau illegal fishing di perairan Anambas-Natuna

Hitungan Menit, Patroli Polisi Tangkap Belasan Nelayan Ilegal Vietnam. Ini Nasibnya
tribunbatam/septyan mulia rohman
Kapal pencuri ikan asal Vietnam yang tertangkap patroli polisi di Anambas 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Aparat keamanan di laut seakan berlomba dalam menumpas habis aksi pencurian ikan atau illegal fishing.

Setelah sebelumnya kapal patroli Kementrian Kelautan Perikana, kini giliran Kapal Patroli (KP) Baladewa 8002 Mabes Polri dengan mengamankan dua kapal ikan asing yang beroperasi ilegal di perairan Anambas-Natuna Kamis (11/8/2016) kemarin.

Empat belas awak berkewarganegaraan Vietnam dari dua kapal tak berkutik ketika petugas KP. Baladewa yang dipimpin AKBP Bambang Wiriawan, memergoki dan menangkap aksi mereka.

Penangkapan dua kapal ikan asing masing-masing dengan nama lambung BT96430TS yang dinahkodai Tran Long Luc serta KG6130TS dengan nahkoda Vo Anh Ty dilakukan, setelah sebelumnya kapal patroli mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan dari kapal ikan tersebut.

Dalam Laporan Polisi bernomor : LP/153/VIII/2016/Ditpolair, pihaknya pun melakukan pemeriksanaan awal serta diketahui kapal tersebut tidak memiliki dokumen resmi.

Tidak hanya itu, petugas pun juga mengamankan alat bukti berupa satu init GPS, serta ikan campur hasil tangkapan. Kapal berikut awak kapal pun, kemudian diserahkan ke Satker PSDKP Tarempa guna proses hukum lebih lanjut.

"Mereka ditangkap pada jeda waktu yang tidak terlalu jauh. Kapal pertama dengan nama lambung KG6130TS berhasil ditangkap sekitar pukul 11:30 WIB. Kemudian disusul dengan kapal dengan nama lambung BT96430TS yang ditangkap sekitar pukul 12:00 WIB. Setelah diamankan, mereka tidak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen kepada kami," ujarnya Minggu (14/8/2016).

Sementara Kasatker PSDKP Tarempa Mochamad Erwin akan menindaklanjuti tangkapan kapal ikan asing ini sesuai proses hukum yang berlaku. Proses serah terima pun, diakuinya sudah dilakukan Sabtu (13/8/2016) kemarin dengan menetapkan dua orang tersangka yakni kapten kapal serta dua orang dari awak kapal yang berstatus sebagai saksi.

Saat ini, awak kapal ikan asing yang berada di Satker PSDKP mencapai 157 orang termasuk dengan kapten kapal. Kondisi ini menurutnya melebihi daya tampung Satker yang berlokasi di Antang Desa Tarempa Timur Kecamatan Siantan itu.

"Soal pemulangan ini tergantung dari negara asalnya. Kalau memang cepat diurus, maka proses pemulangan pun menjadi lebih cepat. Tapi, kalau tidak maka mereka akan lebih lama berada di Indonesia sampai proses pemulangan selesai diurus," terangnya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved