Polemik Menteri Jokowi

Arcandra Tahar, Anak Bangsa yang Terhempas Setelah Melambung Tinggi

Arcandra hampir sama dengan BJ Habibie ketika diminta pulang oleh Presiden Soeharto ketika sudah menjadi warga negara Jerman.

Arcandra Tahar, Anak Bangsa yang Terhempas Setelah Melambung Tinggi
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Menteri ESDM Arcandra Tahar. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Nasib Arcandra tahar betul-betul naas. Pria cerdas ini dibawa pulang oleh presiden Joko Widodo untuk membenahi sektor energi dan sumberdaya mineral yang sudah berdarah-darah di dalam negeri.

Namun apa lacur. Belum menunjukkan goresan penting sebagai menteri ESDM --hanya 20 hari-- pria asal Padang ini kini terhempas. Sangat telak.

Ahli sekaligus praktisi perminyakan yang terkenal di dunia internasional ini harus dicopot karena status kewarganegaraannya yang diduga ganda.

Saat dilantik pada Rabu (27/7/2016), Arcandra sebenarnya sudah memegang paspor AS setelah melalui proses naturalisasi pada Maret 2012 dengan mengucapkan sumpah setia kepada AS.

Menurut pesan berantai di whatsapps, sejak Maret 2012, Arcandra kabarnya melakukan empat kunjungan ke Indonesia dengan menggunakan paspor AS.

Namun, saat Arcandra dilantik sebagai Menteri ESDM, dia menggunakan paspor RI yang secara hukum sudah tak sah dipakainya.

Pasal 23 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia menyebutkan, warga negara Indonesia kehilangan kewarganegaraannya jika yang bersangkutan memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri, tidak menolak, atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain.

Apapun itu, Presiden Joko Widodo tidak mau memperpanjang polemik terkait dua kewarganegaraan AS ini, dan akhirnya memberhentikannya dengan hormat, Senin (15/8/2016) malam. Posisinya sementara dijabat oleh Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

Bagaimana status kewarganegaraan Arcandra sat ini? Warga negara Indonesia, warga negara AS atau justru stateless?

Tentu sangat sulit untuk menentukannya saat ini. Di Amerika Serikat sendiri, seseorang akan lepas status kewarganegaraan jika mendapat jabatan publik di negara lain.

Halaman
123
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved