Polemik Menteri Jokowi

Faisal Basri: Menteri Jangan banyak Bicara Terkait Arcandra

Bahkan sejak akhir pekan lalu, istana diam-diam bolak-balik memanggil Arcandra, lantaran pemberitaan dwi-kewarganegaraan yang gencar.

Faisal Basri: Menteri Jangan banyak Bicara Terkait Arcandra
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Menteri ESDM Arcandra Tahar. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Arcandra tahar hanya 20 hari saja menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sejak dilantik 27 Juli 2016.

Arcandra diberhentikan dengan hormat oleh Presiden RI Joko Widodo pada 15 Agustus 2016, terkait status dwikewarganegaraan Indonesia dan Amerika Serikat.

Sejak pengangkatannya sebagai pengganti Sudirman Said, publik pada mulanya menaruh harapan besar pada pemegang predikat doktor di bidang perminyakan laut dalam, lulusan Texas A&M University itu.

Namun begitu, isu dwikewarganegaraan Arcandra mulai menyeruak dua pekan terakhir. Pesan berantai melalui whatsapps menjalar dengan cepat.

Bahkan sejak akhir pekan lalu, istana diam-diam bolak-balik memanggil Arcandra, lantaran pemberitaan dwi-kewarganegaraan yang gencar.

Desakan dari berbagai pihak agar pria asal Padang itu mundur dari jabatannya makin kencang terhadap pemegang tiga hak paten di bidang pertambangan migas ini.

Bahkan, sejumlah pengamat malah menyasar Presiden Jokowi yang dinilai tidak teliti dalam memilih para pembantunya.

Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri menyampaikan, kasus seperti ini seharusnya menjadi pembelajaran berharga bagi Presiden.

"Ke depan, baiknya pengecekan lebih seksama supaya tidak menimbulkan kontroversi yang tidak perlu," kata Faisal kepada Kompas.com, Senin.

Mantan Ketua Tim Reformasi dan Tata Kelola Migas (RTKM) itu pun menilai ada baiknya para pejabat khususnya di lingkungan istana tidak memperkeruh polemik dengan memberikan pernyataan yang berbeda-beda.

"Dalam menangani seperti ini, jangan banyak pejabat bicara. Cukup jubir Presiden," imbuh Faisal.

Ia pun berharap kepada semua pihak, untuk mengetahui persis latar belakang calon pejabat yang diajukan.

"Tetapi syukurlah ini cepat selesai," kata dia.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved