Soal Pengangguran, Disnakertrans Anambas Punya Data Beda dengan BPS
Angka pencari kerja di Anambas cenderung mengalami peningkatan pada tahun 2016 ini
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Angka pencari kerja di Anambas cenderung mengalami peningkatan pada tahun 2016 ini. Samad, Kepala Bidang pelatihan dan penempatan tenaga kerja Disnakertrans Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, jumlah pencari kerja hingga bulan Agustus 2016 ini mencapai 460 orang.
Angka ini diperoleh berdasarkan jumlah surat pencari kerja (kartu kuning) yang mereka urus di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kepulauan Anambas.
"Angka ini terus diperbaharui. Jumlah ini berdasarkan jumlah pencari kerja yang mengurus kartu kuning," ujarnya Senin (15/8/2016). Dirinya tidak mengelak ketika disinggung mengenai adanya pencari kerja yang tidak mengembalikan kartu kuning tersebut.
Pihak Disnakertrans beranggapan, mereka yang tidak mengembalikan kartu kuning dalam jangka waktu tertentu dianggap sudah mendapat pekerjaan.
Perbedaan data antara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang angka penangguran di Anambas pun menjadi hal lain dalam persoalan pada sektor lapangan pekerjaan ini. Menurutnya, perbedaan dalam menyikapi pencari kerja menjadi faktor yang membuat angka pengangguran dari Dinas dan BPS berbeda.
"Datanya tentu tidak sama. Untuk kami, bila pencari kerja tidak mengembalikan kartu kuning selama dua tahun, maka kami anggap mereka sudah mendapatkan pekerjaan. Memang persoalan ini perlu menjadi perhatian ke depan," terangnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kepulauan Anambas Zairin seblumnya menyebut, jumlah pencari kerja pada tahun 2015 kemarin mencapai 316 orang.
Jumlah angka pengangguran yang ada di Disnaker menurutnya sesuai dengan data pencari kerja (pencaker,red) yang mengurus kartu kuning. Tidak jarang, para pencari kerja ini tidak mengembalikan kartu kuning kepada Disnaker setelah mendapatkan pekerjaan. Hal ini yang diakuinya akan dievaluasi untuk waktu kedepannya.
"Terkadang seperti itu. Pencari kerja yang sudah mendapat pekerjaan tidak mengembalikan kartu kuningnya, sehingga tidak tercatat sebagai pencari kerja," ungkapnya. Penyediaan lapangan pekerjaan pun, menjadi salahsatu visi misi kepemimpinan Abdul Haris-Wan Zuhendra. Mendatangkan investor, menjadi salah satu pilihan untuk membuka lapangan pekerjaan selain meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor pemerintahan, saat ini masih menjadi dominan serta primadona untuk lapangan kerja di Anambas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kartu-kuning_20160815_184727.jpg)