Hak Perempuan

INSPIRATIF. Di Provinsi di Sumatera Ini, Perempuan Melahirkan Diberi Cuti 7 Bulan

Sekarang totalnya menjadi tujuh bulan, yakni satu bulan sebelum melahirkan, ditambah enam bulan setelah melahirkan

INSPIRATIF. Di Provinsi di Sumatera Ini, Perempuan Melahirkan Diberi Cuti 7 Bulan
shutterstock
Ilustrasi 

Nah, untuk mendukung tujuan dimaksud, ditegaskanbahwa sarana umum wajib menyediakan ruang menyusui dan memerah ASI, antara lain fasilitas pelayanan kesehatan, hotel dan restoran, tempat rekreasi, terminal angkutan darat, pusat-pusat perbelanjaaan,dan lainnya.

Zaini Abdullah juga meminta jajaran pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota untuk membina, mengawasi, dan mengevaluasi pelaksanaan dan pencapaian program pemberian ASI eksklusif di fasilitas pelayanan kesehatan, tempat kerja, sarana umum, dan kegiatan di masyarakat.

Terobosan Besar Bidang Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif mengatakan, Pergub tersebut penting untuk memenuhi kewajiban seorang ibu terhadap anaknya untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan.

“Ini salah satu terobosan di bidang kesehatan. Tidak ada provinsi lain di Indonesia yang memberikan cuti setelah melahirkan hingga enam bulan lamanya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif.

Dijelaskan, Permenkes dan beberapa peraturan lain pada skala nasional juga menyarankan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, namun tidak ada ‘dispensasi’ cuti selama enam bulan setelah melahirkan.

Dikatakan Hanif, selama ini PNS hanya dapat cuti tiga bulan, yakni satu bulan sebelum melahirkan dan dua bulan setelah melahirkan.

“Sekarang totalnya menjadi tujuh bulan, yakni satu bulan sebelum melahirkan, ditambah enam bulan setelah melahirkan,” kata Hanif.Dinas Kesehatan Aceh menjadi leading sector dalam pembuatan Pergub ini.

Sebelum Pergub diundangkan, Pemerintah Aceh telah berkonsultasi dengan berbagai stakeholder, mulai dari ulama, pemerhati perempuan, ahli gizi dan nutrisi, dan pihak-pihak lainnya.

“Setelah berdiskusi dengan banyak pihak, akhirnya Pak Gubernur memutuskan untuk mengeluarkan Pergub ini, karena punya dampak besar untuk pertumbuhan fisik, mental, dan spritual anak-anak kita,” tuturnya.

“Dan jangan lupa, Gubernur tentu saja mencontoh negara di tempat beliau tinggal dulu, Swedia, yang memberikan jatah cuti kepada para orang tua hingga 16 bulan lamanya Untuk mengasuh anak,” timpal Hanif kembali. (*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved