Listrik Bandara Jemaja, Dishub Anambas Minta Tanggung Renteng

Pengelolaan sumber listrik di Bandara Jemaja tanggung jawabnya dibagi.

Listrik Bandara Jemaja, Dishub Anambas Minta Tanggung Renteng
Tribun Batam/Septyan Mulia Rohman
Ilustrasi. Persiapan Bandara Jemaja Anambas

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Pengelolaan sumber listrik di Bandara Jemaja tanggung jawabnya dibagi.

Masykur, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, selain melibatkan pemerintah daerah, pihak kementerian menurutnya juga membantu untuk menghadirkan sumber listrik di bandara yang berlokasi di Kecamatan Jemaja Timur itu.

"‎Kami sudah laporkan kepada Bupati, bahwa bandara membutuhkan genset. Semalam selain saya, ada Kepala Bandara Dabo dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Nantinya akan berbagi tanggung jawab. Selain ada di kementerian, satu tanggungjawab di Pemda," ujarnya Rabu (17/8/2016).

‎Ditemui usai mengikuti upacara HUT kemerdekaan di Lapangan Sulaiman Abdullah, ia menambahkan, tenaga yang dibutuhkan mencapai 100 kVA. Tenaga ini menurutnya untuk komponen penting khususnya pada sisi darat seperti terminal dan gedung operasional.

Ia pun mengatakan persoalan power dan kelistrikan ini bisa diselesaikan pada bulan Oktober 2016 ini.

"Jadi, ketika pesawat mau landing dihidupkan. Insya Allah Bandara Jemaja beroperasi pada bulan Oktober mendatang, dan target penerangan itu bisa terselesaikan," ungkapnya.

‎Masykur juga menyampaikan, sisi udara pun saat ini sudah diberi cat putih sepanjang 1200 meter, berikut dengan apron dan tax way. Saat ini, pengerjaan sisi udara pun dalam pengerjaan penambahan 300 meter menjadi 1500 meter.

"Pada prinsipnya, sisi udara sudah selesai. Memang, masih ada 300 meter untuk pengerjaan khususnya untuk galian dan penimbunan. Namun untuk operasional tak menunggu sampai 1500 meter selesai. Dengan panjang run way 1.200 meter sebenarnya sudah bisa untuk operasional.

Di Matak saja 1200 meter. Untuk ‎terminal penumpang lagi didesain interior menggunakan APBD kabupaten. Targetnya satu bulan selesai. Sementara, pembangunan tujuh unit rumah dinas juga saat ini tengah dibangun menggunakan APBD Provinsi, termasuk pengerukan area pintu masuk bandara dari arah Pasiran," terangnya.

Adapun untuk APBD Provinsi sedang dibangun tujuh unit rumah dinas. Dan pengerukan area pintu masuk bandara dari arah pasiran," bebernya.

‎Sebelumnya, satu megawatt Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) diplot untuk kebutuhan listrik Bandara Jemaja. Pembangkit listrik ini merupakan tambahan daya listrik yang diberikan untuk Anambas.

"Untuk Anambas dapat dua MW. Masing-masing satu MW untuk optimalisasi listrik Palmatak serta daya untuk Bandara Jemaja. Penambahan ini kami ketahui setelah melakukan kunjungan ke PLN wilayah Riau Kepri di Pekanbaru," ujar Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Kabupaten Kepulauan Anambas, Yunizar belum lama ini. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved