Usman Taufik tak Percaya Kematian Rio akibat Alkohol

Usman Taufik, orangtua korban ditemui usai menjalani sidang korupsi di Pengadilan Negeri Tanjungpinang mengatakan ada beberapa kejanggalan.

Usman Taufik tak Percaya Kematian Rio akibat Alkohol
303magazine
ilustrasi mayat 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Kasus meninggalnya Ashrul Al-Falah alias Rio (20) di lorong ruko di Bintan Center, menjadi tanda tanya kelurganya. 

Usman Taufik, orangtua korban ditemui usai menjalani sidang korupsi di Pengadilan Negeri Tanjungpinang mengatakan ada beberapa kejanggalan.

"Meninggal di lorong yang kotor dan sepi. Ada beberapa luka lebam dan luka cukup besar di bagian lengan bagian atas. Luka itu seperti kebakar. Selain itu pinggang bagian belakang juga lebam-lebam. Ini tak wajar menurut saya," katanya, Kamis (18/7/2016) di ruang sidang pengadilan. ‎

Mantan Pejabat Pemprov Kepri itu tak terima jika kematian anaknya dikaitkan dengan alkohol penyebabnya. Selain tak pernah bergaul bebas, menurutnya anak itu juga sangat penurut dengan orangtua. ‎Ia pun sempat mengatakan untuk menanyakan kepada saudaranya yang memandikan korban.

"Tanya sama yang memandikan anak saya. Ada luka-luka lebam. Selain itu penemuan mayat yang terlihat sandal tersusun rapi. Mana ada sih orang jatuh sandalnya tersusun rapi. Ada juga posisi motor yang terparkir tak jauh dari TKP. Seolah ada yang membawanya," katanya.

Saat itu, ketika ia dan istrinya diizinkan untuk melihat jasad anaknya, sang istri sempat mencium bagian wajah dan mulut jenazah anaknya. Namun kata dia memang tak tercium bau alkohol.

"Memang hasil visum kita belum dapat. Tapi dari situ saya sebagai orangtua merasa janggal. Kita memang menolak untuk diotopsi setelah pihak polisi mengatakan bahwa proses otopsi meliputi bagian batok kepalanya digorok untuk dibuka. Dan bagian tubuh lainya juga dibedah. Orangtua mana yang tega," katanya.

Ia menaruh kecurigaan setelah rekan anaknya yang saat itu berusaha mencari keberadaan anaknya namun sebenarnya tahu posisi anaknya. "Ines kawan anak saya nyariin di Senggarang, di Tepi laut dan Sei Carang. Saya curiga dia mencari-cari ke sana," katanya.

Ia berharap polisi mau mengungkap kasus tersebut dengan sebenar-benarnya. Karena bagaimanapun, kejanggalan yang ia rasakan disesuikan dengan fakta dilapangan. Saat itu diketahui kata Usman memang anaknya berkumpul dengannya. ‎

"Saya tidak yakin anak saya mati jatuh karena minum alkohol. Memang ada botol miras di TKP, namun itu jauh dari posisi anak saya tergeletak," tambahnya.

Seperti sebelumnya diberitakan, korban meninggal pada hari Minggu (14/8/2016) dengan dugaan ‎jatuh usai minum-minuman keras di lorong Ruko belakang asrama persatuan mahasiswa Lingga di Bintan Center. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved