Wali Kota Batam Pimpin Upacara Hari Pramuka

Rudi mewakili Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Dr Adyaksa Dault mengatakan, pembangunan karakter bangsa menjadi fokus bangsa Indonesia saat

Penulis: Dewi Haryati |
Tribun/Istimewa
Wali Kota Batam Rudi Pimpin Upacara Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Batam menggelar upacara peringatan hari pramuka ke-55 Tingkat Kota Batam, Kamis (18/8/2016) di lapangan Engku Puteri, Batam Center. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Batam menggelar upacara peringatan hari pramuka ke-55 Tingkat Kota Batam, Kamis (18/8/2016) di lapangan Engku Puteri, Batam Center.

Kegiatan ini diikuti sekitar 2.000 anggota Pramuka mulai tingkatan Siaga, Penggalang, Penegak dan Pendega.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Batam, Rudi bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam sambutannya, Rudi mewakili Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Dr Adyaksa Dault mengatakan, pembangunan karakter bangsa menjadi fokus bangsa Indonesia saat kini dan ke depan.

Itu sebabnya pembangunan sumber daya manusia harus sejalan dengan pembangunan fisik. Karena kunci keberhasilan pembangunan bangsa terletak pada sumber daya manusia yang berkualitas.

"Untuk itu diharapkan kepada seluruh jajaran pramuka untuk merapatkan barisan, bekerjasama secara sinergis untuk mempercepat mewujudkan kaum muda Indonesia yang berkepribadian baik, berkarakter, berwatak handal dalam berfikir dan bertindak serta memiliki jiwa bela negara," kata Rudi dalam rilis Humas Pemko Batam yang diterima Tribun.

Namun demikian, lanjutnya, kaum muda saat ini dihadapkan pada dua masalah besar. Yaitu berkaitan dengan masalah sosial dan masalah kebangsaan.

Masalah sosial mencakup maraknya penggunaan minuman keras, narkoba, pengaruh pergaulan bebas yang berakibat tingginya hubungan seksual pra-nikah, kekerasan dan kriminalitas yang melibatkan kaum muda.

Sedangkan masalah kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia mencakup rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan hilangnya karakter kebangsaan akibat adanya pengaruh globalisasi.

"Gerakan Pramuka yang kini berusia 55 tahun tentu tidak sama kondisi dan suasananya ketika dilahirkan. Perlu rebranding Pramuka baru yang diminati kaum muda," ujarnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved