Gara-gara Sinetron, Dua Kampung Ini Tawuran, Ratusan Warga Luka-luka

Perkelahian antarwarga pecah di sebuah desa di wilayah timur Banglades setelah mereka berdebat soal jalan cerita sebuah drama televisi buatan India.

Gara-gara Sinetron, Dua Kampung Ini Tawuran, Ratusan Warga Luka-luka
tamaldesign
Satu adegan film serial India berbahasa Bengali, Kiranmala. 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, DHAKA - Perkelahian antarwarga pecah di sebuah desa di wilayah timur Banglades setelah mereka berdebat soal jalan cerita sebuah drama televisi buatan India.

Bentrokan akibat sinetron India itu mengakibatkan 100 orang terluka. Demikian penjelasan polisi, Jumat (19/8/2016).

Sebelumnya, ratusan warga desa berkumpul di sebuah restoran di distrik Habiganj, Rabu (17/8/2016) malam, untuk menyaksikan serial televisi, Kiranmala.

Drama televisi berbahasa Bengali yang mengisahkan seorang pejuang perempuan yang menyelamatkan manusia dari kejahatan.

Saat itulah warga yang menonton kemudian mengomentari jalan cerita yang memicu perdebatan di antara mereka.

"Dua orang awalnya berdebat soal jalan cerita film itu. Perdebatan itu kemudian memicu perkelahian massal," kata kepala kepolisian setempat Yasinul Haque.

"Dalam perkelahian itu, massa yang mengamuk menghancurkan restoran dan perkelahian terus berlangsung hingga Kamis pagi," tambah Haque.

Setidaknya 100 orang terluka dalam kerusuhan di di desa yang terletak 176 kilometer sebelah timurlaut ibu kota Dhaka dan 15 orang di antaranya harus dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, sejumlah warga Banglades mengecam pemerintah yang mengizinkan saluran televisi India bisa diterima di Banglades.

Sejumlah warga ini menilai, film dan berbagai acara di stasiun televisi India tak sesuai dengan nilai-nilai bangsa Banglades.

"Sangat menyedihkan warga kami berkelahi hanya karena sebuah akting. Pemerintah seharusnya menyaring stasiun televisi yang bisa diterima di sini," ujar pengguna Facebook, Aminur Rahman.

Media setempat mengabarkan tahun lalu tiga orang perempuan bunuh diri terkait film Kiranmala ini.

Penyebabnya, orangtua ketiga gadis itu tak mau membelikan gaun mahal seperti yang dikenakan sang putri dalam film tersebut. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved