Pompong ke Pulau Penyengat Tenggelam

Dishub Kepri Akui Amburadulnya Pengaturan Pompong, tapi Semua Pihak Salah

Kita semua salah. Selama ini memang pengelolaan kapal pompong masih jauh dari yang diharapkan

Dishub Kepri Akui Amburadulnya Pengaturan Pompong, tapi Semua Pihak Salah
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Puluhan kapal turun ke laut membantu mencari korban akibat tenggelamnya pompong tujuan Pulau Penyengat, Minggu (21/8/2016) pagi. Pompong membawa 16 penumpang dan satu tekong. 

‎BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Pemprov Kepri melalui Dinas Perhubungan mengakui masih amburadulnya penyelenggaran transportasi laut, terutama moda pompong. Dishub berjanji mengajak para pemangku kepentingan duduk bersama membahasnya sehingga tak terulang kejadian serupa.

Melalui Kabid Perhubungan Laut, Dishub Kepri, Azis Kasim Djou juga menyampaikan rasa duka kepada keluarga korban menyusul tenggelamnya pompong ke Pulau Penyengat dari Tanjungpinang, Minggu (21/8/2016) yang mengakibatkan sekurangnya 10 penumpang meninggal dunia.

Kejadian itu, menurutnya menjadi bahan introspeksi semua pihak terkait. Mulai Pemda, KSOP Syahbandar hingga koperasi pengelola pompong. Azis menyebut musibah kemain, kesalahan semua pihak.

"Kita semua salah. Selama ini memang pengelolaan kapal pompong masih jauh dari yang diharapkan. Salah satunya asuransi kecelakaan yang‎ hingga kini belum ada," kata Azis ditemui di TKP di Posko evakuasi korban, kemarin.

Menurutnya, asuransi selama ini sudah pernah dalam pembahasan. Namun hingga belum terselesaikan. Pihaknya mengaku serius dengan diterapkanya asuransi penumpang kapal.

"Bulan Januari kita bahas. Kita kumpulkan semua. Namun asuransi belum bisa disepakati karena administrasi koperasi pengelola belum selesai," katanya.

"Ini harusnya jadi evaluasi bersama. Pengelola lalulintas pompong memang belum memiliki alat komunikasi lengkap dan juga alat keselamatannya," ungkapnya.

Kesadaran akan keselamatan semestinya menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk awak kapal.

"Sebelumnya kita juga dah bahas untuk asuransi per kapal membayar Rp 4000 setiap kali keberangkatan. Namun belum ada tanggapan dari Koperasi kapal tentang ketersediaanya," ungkapnya.

Jumlah pompong yang beroperasi sampai saat ini mencapai 75 unit kapal. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved