Pompong ke Pulau Penyengat Tenggelam

Gubernur Kepri Nurdin Basirun Ikut ke Tengah Laut Mencari Korban yang Masih Hilang

Perahu karet yang ditumpangi mereka mengitari perairan sekitar Tanjungpinang dan pulau Penyengat selama sejam

Gubernur Kepri Nurdin Basirun Ikut ke Tengah Laut Mencari Korban yang Masih Hilang
TRIBUN BATAM/THOM LIMAHEKIN
Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Senin (22/8/2016) sudah berada di atas kapal saat ikut ke tengah laut mencari korban kapal pompong pembawa penumpang dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat yang tenggelam, Minggu kemarin. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG  - Gubernur Kepri H Nurdin Basirun memilih turun langsung ke tengah laut untuk mencari para korban kapal pompong penyeberangan penumpang dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat yang hilang pada Senin (22/8/2016) pagi.

Bersama para anggota Korps Marinir, Nurdin dan Wakil Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Wadanlantamal) IV Tanjungpinang Kolonet Laut Dwika Tjahyja Setiawan mengitari perairan di sekitar Tanjungpinang dan pulau Penyengat guna menemukan para korban.

Nurdin dan Dwika mulai turun ke laut pukul 06.00 WIB. Perahu karet yang ditumpangi mereka mengitari perairan sekitar Tanjungpinang dan pulau Penyengat selama sejam.

Dalam kurun waktu itu, ada tiga korban yang ditemukan selain Wawan Agustian yang sudah ditemukan terlebih dahulu sekitar pukul 05.30 WIB. Dua dari ketiga korban tersebut ditemukan oleh perahu karet yang ditumpangi Nurdin dan Dwika.

"Pagi tadi, kami temukan dua jenazah. Kami lihat dan kami sama-sama ikut angkat jenazah itu ke perahu dan bawa ke darat," kata Nurdin ketika diwawancarai di atas perahu karet usai melakukan pencarian tahap ke-2.

Pernyataan ini pun ditegaskan lagi oleh Dwika. Wadanlantamal IV Tanjungpinang ini mengatakan bahwa dua jenazah tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian.

Bersama Gubernur Kepri itu, dia dan para anggota Korps Marinir sama-sama mengangkat jenazah korban.

"Kami melakukan pencarian selama sekitar sejam. Kami akhirnya temukan tiga dari empat korban. Pencarian akhirnya dihentikan sementara karena cuaca tidak mendukung," tegas Wadanlantamal IV Tanjungpinang itu. (*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Selasa, 23 Agustus 2016

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved