Pompong ke Pulau Penyengat Tenggelam

Korban sempat Tanya soal Organ Tunggal buat Hiburan Pesta Pernikahan

Pagi sebelum kejadian kita sempat ngobrol-ngobrol. Gopang membersihkan depan rumah saya. Mereka sudah mulai bersih-bersih buat persiapan pernikahan

Korban sempat Tanya soal Organ Tunggal buat Hiburan Pesta Pernikahan
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Evakuasi korban pompong tujuan Pulau Penyengat yang tenggelam, Minggu (21/8/2016) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Tetangga korban Bagio, Fahmi mengaku tak menyangka tetangga yang telah dianggapnya saudara sendiri itu pergi ke alam kelanggengan begitu tiba-tiba sebelum sempat menuntaskan rencana menikahkan anaknya.

Sebelum kejadian, dia mengaku masih sempat bercengkerama dengan anggota keluarga itu, termasuk ngobrol soal persiapan pernikahan anak korban pada bulan depan.

"Pagi sebelum kejadian kita sempat ngobrol-ngobrol. Gopang membersihkan depan rumah saya. Ranting-ranting pohon depan rumah saya mereka tebangi. Mereka sudah mulai bersih-bersih buat persiapan pernikahan," katanya.

"Saya gak nyangka penghuni disana meninggal semua dan rumah bakal kosong dan sepi," tuturnya, Senin (22/8/2016). 

Acara persiapan pernikahan pada (8/9/2016) bulan depan ini tinggal cerita. Ia menuturkan segala persiapan resepsi acara seperti stok dan bahan baku makanan telah dipersiapkan. Termasuk hiburan resepsi acara nanti.

"Dia kemarin ia sempat tanya organ tunggal ke saya buat acara pernikahan nanti‎," ungkapnya.

‎Mendengar kabar itu, ia sebagai tetangga terdekat langsung mengunjungi dan mewakili keluarga korban secara administrasi. Seperti diberitakan, Minggu (21/8/2016) sebuah pompong berpenumpang 17 orang tenggelam saat hendak ke Pulau Penyengat. Setidaknya 15 penumpang menjadi korban, dan dua lainnya selamat dalam perawatan di rumah sakit. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved