Pompong ke Pulau Penyengat Tenggelam

Pemko Pinang Tempatkan Petugas Awasi Pompong, Abaikan Keselamatan Pompong Dikandangkan

Pemko Tanjungpinang bakal menempatkan petugas khusus mengawasi transportasi pompong. Operator abaikan keselamatan pelayaran, pompong dikandangkan

Pemko Pinang Tempatkan Petugas Awasi Pompong, Abaikan Keselamatan Pompong Dikandangkan
tribunbatam/munirul ikhwan
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah (tengah) didampingi Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul memimpin rapat koordinasi dan evaluasi bersama instansi terkait di Kantor KSOP Tanjungpinang, Senin (22/8/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Musibah tenggelamnya pompong dari Tanjungpinang menuju ke Pulau Penyengat Minggu (21/8/2016) menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama pentingnya keselamatan pelayaran atau transportasi laut.

Di Tanjungpinang, para operator transportasi rakyat terkesan menyepelekan keselamatan berlayar. Seperti tak memperhatikan kondisi pompong dan tak menyediakan pelampung di pompongnya.

Keduanya menjadi sorotan Lis Darmansyah, Wali Kota Tanjungpinang saat menggelar rapat koordinasi dengan Dishub, KSOP, Basrarnas, Otoritas Pelabuhan Tanjungpinang dan instansi terkait lainnya. Bahkan, menurutnya Pemko juga akan menempatkan petugas di pelantar yang ada di Tanjungpinang.

Mereka bertugas memastikan kelayakan dan keselamatan selama pelayaran pompong. "Tak ada lagi toleransi berkaitan dengan keamanan penumpang," tegasnya, Senin (22/8/2016). Life Jacket harus dipakai sebelum naik pompong. Karena kalau nanti ditaruh di bawah kena oli, bekas oli siapa mau pakai,"sebutnya.

Ini bukan untuk pompong Penyengat aja tapi Kampung Bugis juga. Jangan dikira dekat lalu gak pakai life jacket," kata Lis üsai memimpin rakor kemarin.

Menurutnya, aturan itu sudah lama namun tak banyak yang melaksanakannya. Karena menganggap hal tersebut tak penting. Oleh karena itu, ke depan Pemko bersama instansi terkait akan memberikan sanksi tegas kepada penumpang yang tidak mengenakan life jacket.

"Kalau ada bandel. Tarik saja pompongnya," perintahnya. Dia juga berencana melakukan standardisasi pompong dengan melibatkan semua instansi terkait. Mulai dari bodi pompong hingga perlengkapan keselamatannya.

"Penumpang juga mempunyanyai hak untuk keamanan dirinya ketika menaiki pompong," kata Lis. Terkait santunan kepada keluarga korban, Lis mengaku masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Namun janjinya, minimal Pemko akan memfasilitasinya.

Menurut Lis, tujuh hari terhitung sejak kejadian merupakan hari berduka. Oleh karena itu, tindakan penertiban pompong dan lain sebagainya baru akan dilaksanakan setelah tujuh hari.

Selain itu, Lis juga meminta kepada kepolisian untuk menyelidiki musibah ini. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved