Pompong ke Pulau Penyengat Tenggelam

'Sepanjang Saya Gunakan Jasa Pancung tak Ada Dikasih Life Jacket oleh Nakhoda'

Tragedi tenggelamnya pompong atau pancung Tanjungpinang-Penyengat membuat pengguna moda transportasi serupa di Batam khawatir.

'Sepanjang Saya Gunakan Jasa Pancung tak Ada Dikasih Life Jacket oleh Nakhoda'
fajarnindyo.blog.com
Warga berselfie di pintu masuk Pelabuhan Pancung, Sekupang, Batam. Pemko Batam akan memugar pelabuhan ini menjadi lebih nyaman. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tragedi tenggelamnya pompong atau pancung Tanjungpinang-Penyengat membuat pengguna moda transportasi serupa di Batam khawatir.

Seorang diantaranya adalah Hartati (36).

Warga Tiban ini mengaku khawatir tragedi serupa bisa saja terjadi di daerah lain, termasuk dirinya yang sering naik pompong dari Batam ke Pulau Kasu.

"Kalau dibilang khawatir iya yah. Tapi itu dia mas, soal ajal kan Allah yang ngatur. Gitu saja, menghindari hal demikian kalau sudah ajal ya pasti saja terjadi,"katanya saat diwawacarai di Pelabuhan Pancung Sekupang, Batam, Senin (22/8/2016) pagi.

Pengalamannya naik pancung dari Sekupang ke Pulau Kasu karena mengunjungi keluarga disana, Hartati mengaku tidak pernah diberikan life jacket oleh nakhoda.

"Sepanjang saya gunakan jasa pancung tak ada sih dikasih life jacket oleh nakhoda. Iya, mungkin saja karena cuaca bagus. Tapi dengan adanya tragedi di Pinang itu jadi ikut dihantui memang,"katanya lagi.

Senada, Hendra, warga yang sering naik pancung juga mengaku khawatir akan terjadi kasus serupa.

''Memang dekat-dekat bulan sepuluh dan 12 gelombang dan arus laut cukup tinggi yah. Kalau life jacket gak pernah liat diberikan ke saya yah sama pak nakhodanya," kata dia.

Pantauan Tribun Batam, saat penumpang naik pancung dari Pelabuhan Pancung Sekupang memang tidak tampak diberikan life jacket.(*)

Penulis: Leo Halawa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved