Terbukti Renggut Keperawanan Remaja di Bawah Umur, ‎Hakim Kirim Pria Ini ke Penjara Enam Tahun

Terbukti melarikan gadis di bawah umur dan merenggut keperawanannya, hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang menghukumnya enam tahun penjara

Terbukti Renggut Keperawanan Remaja di Bawah Umur, ‎Hakim Kirim Pria Ini ke Penjara Enam Tahun
Istimewa
ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Kanta (33), terdakwa kasus pelarian anak dibawah umur divonis 6 tahun penjara. Hal itu terungkap dalam persidangan beragenda putusan atau vonis di PN Tanjungpinang, Selasa (23/8/2016).

‎Terdakwa terbukti bersalah dengan melakukan persetubuhan kepada anak di bawah umur. Terungkap selama membawa kabur anak berusia 14 tahun selama tiga hari itu, Kanta melakukan persetubuhan sebanyak 12 kali.

Bukti melakukan persetubuhan atau hilangnya keperawanan setelah hasil visum dilakukan kepada korban. Terdakwa juga mengakui perbuatan dan melakukan tanpa paksaan.

"‎Terbukti bersalah. Terdakwa dihukum 6 tahun," kata Elyta Ras Ginting SH, Ketua Majelis Hakim dalam dalam persidangan di PN Tanjungpinang, kemarin.

Terdakwa didenda 50 juta dengan subsider 5 bulan penjara.‎ Kuasa hukum terdakwa Indra Kelana menerima vonis tersebut. "Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya 9 tahun. Jadi kita menerimanya," kata Indra Kelana.

‎Perkara ini terdakwa terbukti melanggar Pasal 81 ayat 2 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sebelumnya terdakwa melarikan anak di bawah 14 tahun dari Malaysia ke Tanjungpinang. Korban tinggal di Malaysia dan berpacaran dengan terdakwa. Mulanya hubungan terdakwa disetujui oleh kedua keluarga. Namun tak tau apa sebabnya, pernikahan yang akan sekiranya akan dilakukan dibatalkan oleh orangtua korban.

Korban pun diajak kawin lari di Tanjungpinang. Tak lama orangtua korban asal Sulawesi ‎tiba di Tanjungpinang untuk menjemput anaknya dan melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian pada bulan Maret lalu. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved