Diduga Karena Tunjangan Belum Dibayar. PNS Kelurahan Ini Ancam Bendahara Camat Pakai Parang

Peristiwa itu terjadi Selasa (23/8/2016) pagi lalu, tepatnya usai pegawai kecamatan melaksanakan apel pagi

Diduga Karena Tunjangan Belum Dibayar. PNS Kelurahan Ini Ancam Bendahara Camat Pakai Parang
internet
Ilustrasi parang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Seorang Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Kantor Lurah Sei Raya berinisial N dipolisikan.

Pasalnya Nmelakukan pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap bendahara Kecamatan Karimun, Irma dan Indra.

Peristiwa itu terjadi Selasa (23/8/2016) pagi lalu, tepatnya usai pegawai kecamatan melaksanakan apel pagi.

Saat staf kecamatan berada di ruangan tiba-tiba N yang emosi datang membawa sebilah parang.

"Saya kebetulan pagi itu sedang tidak di kantor. Tapi menurut pegawai, N ini datang bawa parang dan mengancam," kata Camat Meral, Eko Riswanto yang dijumpai di ruangannya, Rabu (24/8/2016) sore.

Eko menyebutkan, N mempertanyakan tunjangan kesra yang tidak Ia terima kepada Indra dan Irma.

Akibat hal itulah diduga N nekat melakukan pengancaman dengan senjata tajam.

"Sebenarnya hanya karena faktor ketidaksabaran. N ini baru beberapa bulan di Lurah Meral. Sebelumnya dia di Satpol PP," ucap Eko.

Sementara itu mengenai kasus pengancaman yang telah dilaporkan ke Polsek Meral, Eko menyerahkan sepenuhnya pada Irma dan Indra.

Namun akibat kejadian ini para pegawai Kantor Camat Meral menjadi trauma.

Oleh karena itu Eko akan meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karimun untuk memindah tugaskan N dari wilayah Camat Meral.

"Kalau mau diselesaikan ya terserah Indra dan Irma. Tapi pegawai terutama yang perempuan sudah trauma.
Berdasarkan hasil pertemuan di Polsek nanti kita akan minta pada BKD agar dia tidak di Meral lagi.

Karena, jika masih di sini pasti akan berjumpa lagi dengan pegawai saya," ujar Eko.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Polsek Meral melakukan mediasi antara pelapor dan terlapor pada Rabu sore.

Namun belum diketahui apa hasil dari pertemuan tersebut. Kanit Reskrim Polsek Meral, Aiptu Hendriansah yang memfasilitasi mediasi tidak dapat dimintai keterangan. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved