Juara Lomba HUT Kemerdekaan RI Diberi Hadiah Celana Dalam Wanita. Camat Ini Dilaporkan ke Polisi

Sejumlah warga yang masih keberatan dengan hadiah tak patut tersebut melaporkan camat dan panitia HUT RI ke polsek setempat

Juara Lomba HUT Kemerdekaan RI Diberi Hadiah Celana Dalam Wanita. Camat Ini Dilaporkan ke Polisi
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Beri hadiah 9 celana dalam kepada peserta lomba seni dan olaraga, panitia HUT Kemerdekaan Sumarorong, Mamasa, Sulawesi Barat, dituntut minta maaf. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MAMASA - Pemberian hadiah istimewa berupa 9 celana dalam wanita kepada juara lomba HUT Kemerdekaan di Kecamatan Sumarorong, Mamasa, Sulawesi Barat, berbuntut di kantor polisi.

Sejumlah warga yang masih keberatan dengan hadiah tak patut tersebut melaporkan camat dan panitia HUT RI ke polsek setempat.

Henok, tokoh masyarakat yang juga ketua komite MAN 1 Sumarorong saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/8/2016) mengaku sedang berada di kantor Polsek Sumarorong bersama sejumlah warga yang keberatan dengan hadiah celana dalam wanita tersebut.

Henok mengaku sudah mengadukan kasus ini ke jalur hukum untuk menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang.

“Saya sedang di kantor polisi bersama sejumlah warga lainnya hari ini terkait kasus dugaan penghinaan dan pelecehan yang dilakukan panitia kepada juara lomba HUT Kemerdekaan,” tutur Henok.

Sejumlah warga Sumarorong lainnya menilai, pemberian hadiah dari panitia sangat tidak etis di tengah warga yang sedang gegap gempita menyambut HUT Kemerdekaan.

Lily, warga Sumarorong lainnya menilai, pemberian hadiah aneh tak selamanya disambut gembira dan suka cita oleh yang menerimanya.

Bentuk hadiah dan tata cara memberikannya yang tidak tepat justru bisa menuai petaka.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga memprotes camat Sumarorong dan panitia HUT Ke-71 Kemerdekaan RI karena memberikan hadiah 9 celana dalam wanita untuk pemenang lomba.

Baca juga: Beri Hadiah Celana Dalam kepada Juara Lomba HUT RI, Camat dan Panitia Diprotes Warga

Camat dan panitia pun sudah minta maaf secara terbuka.

Namun permintaan maaf itu tidak memuaskan warga. Sebab, hadiah tersebut dalam acara formal negara dinilai sebagai bentuk pelecehan dan penghinaan.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved