Sepak Terjang S, Pencetak Dokumen Palsu di Batam: Dari 1000 KTP sampai Cap Imigrasi Malaysia

Di rumah tersangka ditemukan berbagai kop ijazah palsu, blanko e-KTP palsu, cop beberapa instansi termasuk yang berhubungan dengan keimigrasian.

Sepak Terjang S, Pencetak Dokumen Palsu di Batam: Dari 1000 KTP sampai Cap Imigrasi Malaysia
net
Ilustrasi KTP 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Berawal dari rental mobil, pelaku pemalsuan dokumen negara dibekuk oleh kepolisian Polsek Bengkong.

Kejahatan yang dilakukan pelaku berinisial S bin N (45) itu terungkap saat satu diantara rekannya menggunakan KTP palsu untuk merental mobil.

"Ada laporan penggelapan mobil, dimana yang sewa atas nama Suparman di KTP nya. Setelah kita cari dan teliti, rupanya KTP palsu. Kita selidiki, di belakangnya ada saudari E, yang merental mobil tersebut menggunakan KTP palsu yang diakui sebagai KTP suaminya. Kami tanya lagi, E mengaku membuat KTP palsu itu dari S bin N ini," tutur Kapolsek Bengkong, AKP Hendriyanto, Kamis (25/8/2016).

‎S bin N ditangkap 22 Juli lalu di Nagoya, Batam.

Setelah itu, polisi pun menggeledah rumah tersangka S bin N di Tiban.

Di sana ditemukan berbagai kop ijazah palsu, blanko e-KTP palsu, cop beberapa instansi termasuk yang berhubungan dengan keimigrasian.

"Pemalsuan yang dilakukan mulai dari surat keterangan RT/RW/KK/KTP akta lahir, ijazah, surat kematian. Sampai juga dengan cap-cap yang berhubungan dengan keimigrasian,"paparnya.

Tidak hanya cap Keimigrasian Indonesia, tapi juga ditemukan ada cap Imigrasi Pelabuhan Stulang Laut, Malaysia.

"Bahkan ada juga surat nikah palsu. Surat nikah ini pernah dibuat untuk pinjam uang di bank. Namun ketahuan palsu karena posisi fotonya terbalik," tutur dia lagi.

‎Dari pengakuan tersangka, aksi pemalsuan dokumen tersebut dilakukannya sudah selama setahun belakangan ini.

Jumlah KTP palsu yang dibuat pun sudah mendekati 1.000 KTP, lalu 30-an surat nikah.

Sementara untuk ijazah palsu, tersangka hanya bisa membuat ijazah palsu bagi pelamar pekerja di PT.

"Dia tanya dulu biasanya. Kalau untuk PT saja lolos. Tapi seperti instansi pemerintahan, atau instansi lain tidak lolos katanya. Di laptopnya kita lihat ada foto-foto orang yang membuat dokumen palsu," katanya. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved