Upaya Kudeta di Turki

Dua Mahasiswi Indonesia yang Ditangkap Aparat Turki Dibebaskan, Mereka Sehat tapi Kelelahan

Dua mahasiswi Indonesiayaitu Dwi Puspita Ari Wijayanti dan Yumelda Ulan Afrilian yang ditangkap aparat keamanan Turki di Kota Bursa sudah dibebaskan.

Dua Mahasiswi Indonesia yang Ditangkap Aparat Turki Dibebaskan, Mereka Sehat tapi Kelelahan
Facebook
Dwi Puspita Ari Wijayanti 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua mahasiswi Indonesiayaitu Dwi Puspita Ari Wijayanti dan Yumelda Ulan Afrilian yang ditangkap aparat keamanan Turki di Kota Bursa sudah dibebaskan.

Keduanya dibebaskan setelah tidak terbukti memiliki kaitan dengan kelompok Hizmet/FETO yang ditengarai mendalangi kudeta (15/7/2016) lalu.

"Mereka dalam keadaan sehat meski tampak kelelahan. Keduanya sudah sempat berbicara langsung dengan orang tua masing-masing melalui telepon", ujar Duta Besar RI di Ankara, Wardana melalui keterangan pers, Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Wardana menjelaskan keduanya diserahkan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum kepada pejabat konsuler KBRI yang datang ke kota Bursah dan saat ini kedua mahasiswi tersebut berada di kediaman Duta Besar RI di Ankara.

Diketahui bahwa keduanya ditangkap (11/8/2016) lalu di sebuah rumah yang dikelola oleh Yayasan Pasiad.

Awalnya kedua mahasiswi bukan target aparat keamanan, namun karena berada dalam satu rumah dengan beberapa orang yang menjadi target keduanya ikut ditangkap.

Menlu Retno setidaknya dua kali melakukan pembicaraan langsung melalui telepon dengan Menlu Turki dimana pembebasan kedua mahasiswi menjadi salah satu topik pembicaraan.

Pasca kudeta yaang gagal di Turki, KBRI terus menyampaikan himbauan agar mahasiswa/pelajar WNI lebih berhati-hati, menghindari kontak dengan mereka yang terkait atau terafiliasi ke ulama Ferhulah Gullen dan segera keluar dari fasilitas-fasilitas yang dikelola oleh kelompok-kelompok yang terkait dengan itu.

"KBRI terus berkomunikasi dengan Pemerintah Turki dalam rangka memastikan keselamatan seluruh WNI di Turki, khususnya para pelajar/mahasiswa penerima beasiswa Pasiad," kata Wardana.

Saat ini sekitar 35 pelajar/mahasiswa penerima beasiswa Pasiad ditampung di kediaman Duta Besar RI Ankara.

Selain alasan keamanan, lanjut dia, para WNI ditampung karena mereka sudah tidak lagi menerima uang beasiswa dari Yayasan Pasiad. (Tribunnews.com, Amriyono Prakoso)

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved