Kebut E-KTP, Lis Perintahkan Lurah dan Camat Jemput Bola

Data terakhir yang diterima Tribun, dari 175 ribu warga Tanjungpinang yang wajib KTP, baru sekitar 70 persen yang melakukan perekaman.

Kebut E-KTP, Lis Perintahkan Lurah dan Camat Jemput Bola
youtube
Perekaman e-KTP. Foto ilustrasi 

BATAM,TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah akan menggesa perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Sampai saat ini, warga Tanjungpinang masih banyak yang belum melakukan perekaman data e-KTP.

Lis memerintahkan camat dan lurah di Tanjungpinang untuk aktif menjemput bola dengan mendata dan mengajak warga melakukan perekaman e-KTP.

"Tapi kan tidak semua bisa dijemput. Sebagai warga negara yang baik, tentunya harus ada kesadaran dari warga juga untuk melakukan perekaman e-KTP. Ini kan kebutuhan warga itu sendiri," kata Lis, Sabtu (27/8/2016) siang.

Lis meminta warga jangan ketika terbentur masalah baru kemudian kalang-kabut mengurus e- KTP. "KTP ini untuk seumur hidup. Jadi, saya berharap warga punya kesadaran untuk mengurusnya," kata Lis.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Eka Hanas Riyanto belum memberikan penjelasan terkait strategi yang akan diambil untuk mempercepat perekaman e-KTP.

Saat dimintai tanggapan Kamis lalu, dia mengaku masih mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan di Pekanbaru.

Strategi Disdukcapil sangat diperlukan. Mengingat alat perekam e-KTP di tiga kecematan rusak. Yaitu Kecamatan Bukit Bestari, Kecamatan Tanjungpinang Kota dan Tanjungpinang Barat. Alhasil, pelayanan perekaman e-KTP tiga kecamatan tersebut terpaksa dilakukan Disdukcapil Tanjungpinang.

Hal ini dinilai banyak pihak menjadi salah satu faktor penghambat percepatan perekaman e-KTP di Tanjungpinang. Mengingat tak semua warga mau mendatangi Kantor Dinas Kependudukan untuk melakukan perekaman karena jaraknya yang jauh.

Kantor Disdukcapil Tanjungpinang Berada di Kilometer 7 Kota Tanjungpinang. Warga Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Kota, seperti Senggarang, Kampung Bugis, Pulau Penyengat, Sungai Nyirih, harus menempuh jarak yang lumayan jauh untuk sampai ke kantor Disdukcapil.

Data terakhir yang diterima Tribun, dari 175 ribu warga Tanjungpinang yang wajib KTP, baru sekitar 70 persen yang melakukan perekaman. Sedangkan sekitar 50.000 warga belum melakukan perekaman e-KTP.

Kementrian Dalam Negeri menetapkan target batas perekaman data kependudukan pada 30 September 2016. Hal tersebut perupakan amanat Peraturan Presiden. Target tersebut dibuat untuk mempersiapkan sistem e-voting dalam pemilihan umum 2019 mendatang. (iwn)

Penulis:
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved