Demi Lindungi Sang Adik, Gadis 9 Tahun Ini Korbankan Nyawanya

Giulia mendekap adiknya saat rumah mereka runtuh, membiarkan punggungnya tertimpa beton, membentengi agar reruntuhan tidak menyentuh adiknya.

Demi Lindungi Sang Adik, Gadis 9 Tahun Ini Korbankan Nyawanya - korban-gempa_20160828_022359.jpg
AP/dailymail
Giulia, bocah 9 tahun yang menyelamatkan adiknya berusia 4 tahun
Demi Lindungi Sang Adik, Gadis 9 Tahun Ini Korbankan Nyawanya - gempa-italia_20160828_022643.jpg
dailymail
Giorgia yang berhasil selamat di dekapan jasad kakaknya, Giulia
Demi Lindungi Sang Adik, Gadis 9 Tahun Ini Korbankan Nyawanya - korban-gempa_20160828_022655.jpg
AP/dailymail
Warga memberi tepuk tangan sebagai penghormatan terhadap jasad Giulia
Demi Lindungi Sang Adik, Gadis 9 Tahun Ini Korbankan Nyawanya - korban-gempa_20160828_022751.jpg
EPA
Seorang wanita mencium peti mati keluarganya
Demi Lindungi Sang Adik, Gadis 9 Tahun Ini Korbankan Nyawanya - korban-gempa_20160828_023014.jpg
EPA
Keluarga korban gempa berpelukan saling menguatkan dalam misa sebelum korban dimakamkan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, UMBRIA - Tragedi gempa yang melanda Italia tengah belum berakhir. Bahkan, berbagai drama kematian semakin menyayat, ketika petugas penyelamat mencari korban yang tertimpa reruntuhan.

Hingga Sabtu (27/8/2016), jumlah korban gempa yang terjadi pada Rabu dinihari lalu, terus bertambah menjadi 291 orang

Satu peristiwa pilu yang membuat petugas penyelamat terpukau adalah temuan mayat seorang gadis kecil yang berusia 9 tahun, Jumat lalu.

Gadis kecil ini bernama Giolia Rinaldo. Ia tewas dalam kondisi memeluk adiknya yang berusia empat tahun, bernama Giorgia.

Awalnya, media menyebutkan Giulia selamat. Namun ternyata, yang berhasil dikeluarkan dari puing itu adalah Giorgia, sang adik yang masih berusia empat tahun.

Gilia sendiri meninggal dalam posisi mendekap adiknya saat rumah mereka runtuh, membiarkan punggungnya tertimpa beton, membentengi agar reruntuhan tidak menyentuh adiknya.

Ajaib, Giorgia masih hidup dan langsung mendapat bantuan pernafasan dan dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit.

Giorgia berhasil ditarik keluar dari reruntuhan. Ia hidup dan tidak mendapat luka sedikitpun. Namun dalam kondisi pingsan karena kekurangan cairan.

Dari seluruh korban yang ditemukan, 21 di antaranya bayi dan anak-anak.

Penggalian di kediaman dua bocah ini terasa mencekam. Semua yang melihat menangis, bahkan histeris, termasuk petugas pemadam kebakaran yang terus berpacu dengan waktu, mencari tanda- tanda kehidupan di tengah empat kota yang rata dengan tanah di wilayah Umbria.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved