Breaking News:

Nama Soeryo Respationo Mencuat di Bursa Calon Wakil Gubernur Kepri

Saat disinggung nama Soerya, Aluan membenarkan. ”Nama Soerya muncul. Iya. Itu nama lain itu nama Soerya

Penulis: | Editor:
ist
ilustrasi 
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM – Bursa kandidat Wakil Gubernur Kepri kembali mencuat. 
Sejumlah nama yang digadang-gadangkan bakal menjadi pendamping Nurdin Basirun dalam memimpin Kepri pun bermunculan.
Bahkan sebuah Surat Keputusan (SK) terkait nama calon Wagub sudah ada PKB. Namun PKB masih menyimpan SK itu.
”PKB sudah ada nama-namanya, namun belum dikeluarkan . SK ditandatangani Muhaimin Iskandar,” ungkap seorang sumber yang bisa dipercaya.
Sementara di partai lain muncul nama mantan Wakil Gubernur Kepri, yang juga Ketua DPD PDIP Kepri, Soerya Respationo. 
”Setahu saya, Soerya siap jadi Wagub kalau diperintah partai dan diminta masyarakat,” ungkapnya lagi. 
Sebelumnya Nurdin Basirun sudah mengusulkan agar partai pengusung pasangan Sani-Nurdin segera menyiapkan usulan nama Cawagub. 
Dan kini, pihaknya telah menerima surat kedua dari Menteri Dalam Negeri terkait Calon Wakil Gubernur Kepri.
”Surat kedua Mendagri sudah saya diterima. Dan tergantunglah sama partai pengusung, " kata Nurdin.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Kepri, Safarudin Aluan mengatakan, mereka sudah melakukan konsolidasi diinternal, setelah menerima surat Mendagri lewat Gubernur. 
Namun untuk partai koalisi diakuinya masih perlu konsolidasi lagi.
”Masih harus konsolidasi. Gubernur sebagai ketua partai koalisi juga perlu menyampaikan harapannya. Tapi sudah ada perkembangan. Di DPRD Kepri juga sudah mau menyusun pansus tatib pemilihan,” ungkap Aluan.
Sementara terkait dengan nama yang mengemuka di PPP, awalnya Aluan menyebutkan empat nama. Selain namanya, juga ada Isdianto (Kadis Pendapatan Kepri), mantan Kepala BP Batam, Mustofa Widjaja, ada nama lain.
”Nanti sebelum diputuskan, harus sama nama yang diusung partai pengusung,” ungkap Aluan.
Saat disinggung nama Soerya, Aluan membenarkan. ”Nama Soerya muncul. Iya. Itu nama lain itu nama Soerya,” ungkap Aluan.
Terkait nama Soerya itu, Aluan tidak mempermasalahkan. Walau saat Pilkada, Soerya merupakan figur yang menjadi rival Sani-Nurdin. Nama Soerya disebut Aluan bukan baru muncul, tapi sudah sejak awal proses.
”Kan dari awal sudah proses yang itu (nama Soerya). Jadi pertimbangan yang agak rumit ke depan,” imbuh Aluan.(*/isu/tpi)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved