Teror Bom di Medan

Pelaku Teror di Gereja Katolik Medan Akan Ditahan di Lapas Anak

Dari informasi yang diperoleh Tribun Medan, selain memeriksa tersangka, polisi juga memanggil kedua orangtua Ivan dan Kepala Lapas Anak Tanjung Gusta

Pelaku Teror di Gereja Katolik Medan Akan Ditahan di Lapas Anak
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Tim Labfor Bareskrim Polri bersama Labfor Cabang Medan mengumpulkan barang bukti setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansur Medan, Sumatera Utara, Senin (29/8). Dari hasil penyelidikan olah TKP, terdapat 20 titik serpihan bekas bubuk mesiu yang masih melekat di dinding dan lantai gereja. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Penyidik kembali memeriksa Ivan Armadi Hasugian (18), pelaku percobaan bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep.

"(Tersangka, red) Ada di ruang tipiter (tindak pidana tertentu). Lagi diperiksa," ujar petugas Polresta Medan yang melintas di lantai dua Polresta Medan, Selasa (30/8/2016).

Dari informasi yang diperoleh Tribun Medan, selain memeriksa tersangka, polisi juga memanggil kedua orangtua Ivan dan Kepala Lapas Anak Tanjung Gusta.

Beredar kabar usai menjalani pemeriksaan, Ivan akan dititipkan di Lapas Anak Tanjung Gusta.

Penyerahan Ivan akan disaksikan langsung kedua orangtuanya.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Fahrizal, belum memberikan keterangan terkait pemeriksaan tersangka.

Fahrizal belum mau memberikan keterangan rinci menyangkut pemanggilan Kepala Lapas Anak di Polresta Medan.(tribunmedan)

Editor: nandrson
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved