Bagaimana Minat Investor Singapura ke Batam? Ini Kata Dubes Indonesia di Singapura

Kami akan kerja sama dengan kedutaan kedutaan besar kita. Tak bisa hari ini programnya dilaunching, besok investor datang. Jadi memang perlu waktu

Bagaimana Minat Investor Singapura ke Batam? Ini Kata Dubes Indonesia di Singapura
Softlaunching pelayanan investasi 3 jam dan KILK di Gedung PTSP Batam. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya yang hadir pada soft launching layanan Izin Investasi 3 Jam (I23J) dan KILK di Batam, menyambut positif kehadiran dua layanan tersebut.

Apalagi melihat kedekatan geografis antara Batam dan Singapura, kata dia, Batam memiliki potensi yang cukup besar untuk menggaet investasi dari negeri jiran tersebut.

"Ya minat mereka (investor dari Singapura) terhadap revitalisasi Batam sangat tinggi. Peluangnya luar biasa," ujar Ngurah.

Kedekatan geografis antara Batam dan Singapura, menurutnya, menjadi salah satu aspek komplimentaritas yang membuat minat tersebut tinggi. Karena sama-sama diuntungkan.

"Sekarang tinggal komitmen dan realisasinya saja," katanya.

Diakui Ngurah, berkaca dari pengalaman layanan investasi I23J yang sudah diterapkan di Jakarta, sudah ada beberapa investor dari Singapura yang memanfaatkan layanan tersebut. Itu berarti, layanan perizinan cepat ini mempunyai daya tarik tersendiri.

"Layanan I23J inikan sudah berjalan nasional di Jakarta. Dari Singapura sudah ada yang masuk, tapi saya belum punya data akuratnya," ujar Ngurah.

Setelah soft launching, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan kedutaan kedutaan besar RI untuk mempromosikan tawaran layanan perizinan 3 jam ini di Batam.

"Kami akan kerja sama dengan kedutaan kedutaan besar kita. Tak bisa hari ini programnya dilaunching, besok investor datang. Jadi memang perlu waktu juga dan peningkatan peningkatan fasilitas lainnya," kata Gusmardi.

Kepala BKPM Provinsi Kepri, Asman Taufik berharap, layanan percepatan izin investasi yang baru soft launching di BP Batam, dapat diikuti pula BP Bintan dan BP Karimun. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan kementerian terkait, agar rekomendasi-rekomendasi yang kurang penting dapat dipangkas, sehingga dapat menggairahkan iklim investasi di Kepri.

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved