Penggerebekan Terduga Teroris di Batam

Kedatangan Densus Kagetkan Pemilik Warnet, LH Ditangkap Baru 20 Menit Bermain

Mereka langsung masuk ke dalam, bawa senjata, lalu mengamankan satu orang dan memasukkannya ke dalam mobil

Kedatangan Densus Kagetkan Pemilik Warnet, LH Ditangkap Baru 20 Menit Bermain
Tribunbatam/argianto
Warnet Matrix di Kompleks Fanindo, Batuaji, lokasi penangkapan terduga teroris anggota KGR, Sabtu (3/9/2016) 

BATAM TRIBUNNEWS.COM BATAM - Aparat keamanan mencokok terduga teroris berinisial LH saat bermain di Warnet Matrix, Komplek Fanindo Batuaji, Sabtu (3/9/2016).

Berdasar keterangan Bowo, pemilik warnet Matrix. LH diciduk aparat keamanan dari ruang nomor 18 di Warnet Matrix, tanpa perlawanan.

"Kami semua kaget, ada tiga mobil polisi dan mobil patroli, yang tiba-tiba berhenti dan berjaga di pintu warnet," kata Bowo, di warnetnya, Sabtu petang.

Dia juga menjelaskan polisi yang datang tanpa basa-basi, langsung masuk kedalam warnet dan mengatakan mereka dari aparat.

"Mereka langsung masuk ke dalam, bawa senjata, lalu mengamankan satu orang dan memasukkannya ke dalam mobil," terang Bowo.

Mereka menurut Bowo, dari seragamnya dari Densus Mabes Polru. Tiga orang memakai seragam lengkap dan selebihnya berpakaian biasa. "Awalnya kita tidak tahu apa-apa, mereka langsung membawa satu orang," kata Bowo.

Bowo menjelaskan LH, baru bermain warnet 20 menit. Seperti diberitakan, aparat keamanan dikabarkan kembali menangkap terduga teroris jaringan Katibah Gonggong Rebus (KGR) Batam di Batuaji, Sabtu (3/9/2016).

Aparat menangkapnya di Warnet Maxxis, Ruko Fanindo, Batuaji, Batam, pukul 10.45 WIB. Terduga teroris berinisial LH, diamankan berikut sejumlah barang bukti seperti sebuah ponsel, sepeda motor, dan dompet.

Informasi yang terhimpun, LH diduga membantu menyembunyikan DPO teroris Doni Uyghur dan memfasilitasi keberangkatan WNI ke Syria. Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh konfirmasi dari pihak berwajib terkait penangkapan ini.

Namun pada 5 Agustus 2016 lalu, Densus Mabes Polri menciduk sekurangnya enam terduga teroris dari sejulah lokasi di Batam. Kelompok KGR di Batam dikomandoi Gigih Rahmat Dewa.

Salah satu rencana mereka ialah mengebom Marina Bay di Singapura, dan intensif latihan perang-perangan dengan senjata softgun di Nongsa. (*)

BERITA LENGKAP, BACA EDISI CETAK TRIBUN BATAM BESOK, MINGGU (4/9/2015)

Penulis: Ian Pertanian
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved