Penggerebekan Terduga Teroris di Batam

LH Menganggur, Hari-harinya Dihabiskan buat Aktivitas Ini

Keseharian LH dihabiskan dari warnet ke warnet berinteraksi dengan kawan-kawannya.

LH Menganggur, Hari-harinya Dihabiskan buat Aktivitas Ini
Tribunbatam/argianto
Warnet Matrix di Kompleks Fanindo, Batuaji, lokasi penangkapan terduga teroris anggota KGR, Sabtu (3/9/2016) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Keseharian LH dihabiskan dari warnet ke warnet berinteraksi dengan kawan-kawannya.

Hingga ditangkap polisi, Sabtu (3/9/2016), LH diketahui sedang mencari pekerjaan. "Dulu dia kerja di Tanjung Uncang," ungkap sumber Tribun, sembari menambahkan LH tinggal di rumah kakaknya selama empat tahun terakhir.

LH baru dua pekan balik ke Batam setelah pulang kampung di Medan lantaran orangtuanya meninggal dunia.

"Dia belum kerja masih mencari kerja, jadi hari-hari dia ke Warnet," kata sumber Tribun.

Selama dua minggu di Batam, LH hanya ke warnet dan bertemu dengan kawan-kawannya.

"Kawan-kawanya banyak, pernah juga mereka datang ke sini (rumah kakak LH). Tetapi saya tidak mengenal teman-temannya," katanya.

Keterangan ini klop dengan pengakuan Bowo, pemilik Warnet Matrix.

Menurutnya, LH meski bukan pelanggan tetap namun saat kejadian sedang bermain internet di warnet miliknya.

"Saya tidak kenal sama orangnya, dia baru ke sini. Kalau yang menjadi pelanggang kita, kita pasti kenal," terang Bowo, Sabtu (3/9/2016).

Bowo juga tidak ada curiga dengan orang yang diamankan di warnetnya sebelum kejadian. "Kita ini hanya penyedia jasa warnet, siapa saja bisa main," kata Bowo.

Seperti diberitakan, aparat menangkap LH di Warnet Matrix, Ruko Fanindo, Batuaji, Batam, Sabtu (3/9/2016) pukul 10.45 WIB.

Dia diamankan berikut sejumlah barang bukti seperti sebuah ponsel, sepeda motor, dan dompet.

Informasi yang terhimpun, LH diduga membantu menyembunyikan DPO teroris Doni Uyghur dan memfasilitasi keberangkatan WNI ke Syria.

Namun pada 5 Agustus 2016 lalu, Densus Mabes Polri menciduk sekurangnya enam terduga teroris dari sejulah lokasi di Batam.
Kelompok KGR di Batam dikomandoi Gigih Rahmat Dewa.

Salah satu rencana mereka ialah mengebom Marina Bay di Singapura, dan intensif latihan perang-perangan dengan senjata softgun di Nongsa. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved