Heboh Nilai Nol dalam Rapor

Soal Siswi SMA Dapat Nilai Nol. Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan Bandung

Dia menjelaskan, pihak sekolah terpaksa tidak menaikkan DPR lantaran ada beberapa unsur yang tidak memenuhi capaian akademik siswa

Soal Siswi SMA Dapat Nilai Nol. Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan Bandung
youtube
SMA Negeri 4 Bandung 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudia Permana membantah pihak SMAN 4 Bandung melakukan diskriminasi kepada DPR (15), siswi yang dinyatakan tidak naik kelas lantaran mendapat nilai nol untuk mata pelajaran matematika.

Menurut Elih, cara yang ditempuh pihak sekolah sudah sesuai aturan.

Dia menjelaskan, pihak sekolah terpaksa tidak menaikkan DPR lantaran ada beberapa unsur yang tidak memenuhi capaian akademik siswa, termasuk dua mata pelajaran yang nilainya tak sesuai standar kenaikan kelas.

Bahkan, keputusan tidak menaikan kelas DPR pun sudah melalui tahapan rapat pleno yang mengikutsertakan wali kelas, guru bimbingan konseling, dan guru mata pelajaran.

"Problem tidak naik kelas itu bukan terakhir keputusan, ada problem kehadiran, tugas yang belum selesai, itu sudah didialogkan dengan orangtua.

Selama ini yang mewakili hanya ibu dan tantenya. Kita juga ingin tahu seberapa jauh laporan itu kepada ayahnya sehingga kemudian ada keputusan aduan ke KPAI," tutur Elih saat dihubungi Kompas.com via sambungan telepon, Selasa (6/9/2016).

"Sesuai aturan (pihak sekolah) sudah melakukan prosedur, jadi tidak tiba-tiba dijatuhkan. Kalau enggak salah dipenyelesaian kronologis itu ada tugas bahasa Indonesia juga yang kurang.

Di Permendikbud disebutkan kalau ada dua mata pelajaran atau lebih yang kurang dari capaian KKM (kriteria ketuntasan minimal-red), salah satu kriteria tidak naik kelas, berarti ada mata pelajaran yang lain (selain matematika)," sambungnya.

Elih menuturkan, kendati upaya dari pihak sekolah sudah benar, namun ia mengatakan, ada kekeliruan dari pihak sekolah terkait pemberian nilai nol untuk mata pelajaran matematika.

"Kenapa mata pelajaran matematika dipersoalkan, karena ada nilai nol. Nah ini kelihatannya keluarga keberatan karena jika diberi nilai nol kan artinya tidak ada kapasitas.

Kemarin sekolah sudah klarifikasi, yang dimaksud dengan nol harusnya kosong, karena tidak memiliki nilai dari tiga komponen penilaian, guru matematika juga sudah menjelaskan. Itu harusnya dikosongkan bukan nol," tambahnya.

Meski begitu, lanjut Elih, pemberian nilai nol dari pihak sekolah bukan tanpa alasan.

Pasalnya, guru mata pelajaran matematika telah memberikan toleransi dengan memberikan kesempatan perbaikan, bimbingan, dan pemakluman.

"Jadi apa yang diamanatkan dan apa yang dianggap perlu oleh sekolah sudah dilakukan. Tapi memang kondisi anak ini punya penyakit, tidak bisa di pres dalam waktu cepat.

Saya kira idealnya namanya anak harus mengikuti seluruh program pembelajaran yang dilakukan sekolah," jelasnya.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved