Jaksa dan Kuasa Hukum Jessica Saling Bentak, Pengunjung Diminta Keluar

Suasana sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin memanas. Jaksa penuntut umum dengan kuasa hukum terdakwa Jessica saling bentak

Jaksa dan Kuasa Hukum Jessica Saling Bentak, Pengunjung Diminta Keluar
KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA
Ilustrasi. Terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, nampak lelah saat mengikuti sidang ke-14 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2016) malam. Pada sidang-sidang sebelumnya, Jessica jarang terlihat berpangku tangan dan melihat ke bawah. 

BATAM, TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suasana dalam sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016), seketika memanas. Jaksa penuntut umum dengan kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso saling membentak.

Keributan dimulai saat salah satu penuntut umum, Sugih Carmalo, mempertanyakan pernyataan saksi ahli forensik yang dihadirkan pihak Jessica, dr Djaja Surya Atmadja.

"Saya bingung, di hasil toksikologi Labfor, dikatakan bibir korban berwarna kebiruan. Tapi, tadi saudara ahli bilang, warna bibir korban malah kemerahan. Padahal kan ahli mengaku tidak memeriksa korban itu bagaimana?" kata Sugih.

"Bukan begitu, Pak, anda salah," jawab Djaja singkat yang kemudian dipotong langsung oleh Sugih.

"Saya ini jaksa, anda tidak bisa bilang kalau saya salah. Jangan sembarangan, ya," jawab Sugih dengan nada meninggi.

"Tolong saksi saya jangan dibentak-bentak, tanyakan saja, nanti dijawab seperti biasa," kata kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan, menengahi mereka.

"Supaya tidak ribut, penuntut umum silakan bertanya, kalau saksi bisa jawab, silakan dijawab. Kalau tidak, jangan dijawab," ucap Ketua Majelis Hakim Kisworo.

Sesudahnya, Djaja menerangkan bahwa dia membandingkan antara teori orang terkena sianida dengan fakta bibir jenazah Mirna yang kebiru-biruan. Dalam penjelasannya, Djaja menyebutkan bahwa bibir seseorang yang keracunan sianida seharusnya kemerah-merahan, bukan kebiru-biruan.

Tidak lama kemudian, karena waktu penuntut umum menanggapi yang diberikan majelis hakim terbatas, pertanyaan kembali disampaikan ke Djaja. Salah satu penuntut umum, Hari Wibowo, kembali menanyakan apa bidang keahlian Djaja sebenarnya.

"Jadi, fokus bidang keahlian yang saudara hadir di sini sebagai ahli, itu apa?" tanya Hari.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved