Karut Marut Lahan di Batam

'Jangan Anggap Developer Laiknya Mafia, Kami Korban. Kami tak Pernah Dapat Lahan dari BP Batam"

Wirya menilai para deputi baru bisa membersihkan mafia-mafia lahan di BP Batam. Namun tidak berarti, BP Batam memperlakukan pengembang laiknya mafia.

'Jangan Anggap Developer Laiknya Mafia, Kami Korban. Kami tak Pernah Dapat Lahan dari BP Batam
tribunnews batam/bobi
Para pegawai BP Batam berdiri di depan kantor, Rabu (6/4/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Ketua Dewan Pertimbangan A‎sosiasi ‎Pengembang Perumahan dan Permukiman (PERSI) Khusus Kota Batam Wirya Silalahi menilai jorgan 'Layanan Perizinan Tiga Jam' hanya wacana belaka.

Pasalnya, menurut Wirya, BP Batam terlalu banyak berwacana. Namun pelayanan yang sudah di depan mata justru tidak dikerjakan.

"Katanya pelayanan izin tiga jam, tapi itu tidak berlaku untuk semua izin. Kenyataannya bagian fatwa dan IPH tidak jelas. Kalau ditanya, katanya yang duduk di bagian itu orangnya masih belum ditentukan.,"kata Wirya.

Dia menambahkan,"Belum lagi beres soal izin, kami dengar BP Batam malah mau jadi operator lahan. Bagaimana ini, katanya pemerintah sebagai regulator, yang membuat aturan main. Tapi kok malah mau jadi pemain juga."

Wirya menilai para deputi baru bisa membersihkan mafia-mafia lahan di BP Batam. Namun tidak berarti, BP Batam memperlakukan pengembang laiknya mafia lahan.

"Kami ini korban loh. Korban mafia lahan. Orang kami semua juga nggak ada yang dapat lahan dari BP Batam langsung. Jadi jangan perlakukan kami sama seperti mafia lahan. Kalau pelayanan tidak jalan begini, ekonomi malah stagnan kan. Kebijakan BP Batam inipun gak sesuai dengan kebijakan pak presiden menurunkan DP rumah jadi 15 persen agar ekonomi bergeliat," tutur Wirya.

‎Wirya mengungkapkan keluhan ini sebenarnya ingin disampaikan langsung.

Namun demikian, pihak BP Batam kerap sibuk jika diminta audiensi dengan para pengusaha.

Wirya pun mengatakan saat ini beberapa asosiasi pengusaha seperti APERSI, APINDO, Kadin, REI, BSOA dan beberapa asosiasi lain sudah bertemu untuk membuat sikap pernyataan atas pelayanan BP Batam saat ini.

"Kami sudah ketemu. Dan saat ini masih disusun draft pernyataannya. Kami sih silakan saja BP Batam melakukan perbaikan, tapi pelayanannya jangan distop," ucap Wirya.(*)

Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved