Breaking News:

Imigran Jadi Gigolo di Batam

Dua Imigran Datangi Kantor Imigrasi. Ternyata Ini Urusannya

Surat dari PBB itu, kata Khadim, akan digunakannya untuk keluar dari Batam. Dia dan Ismail ingin balik lagi ke Jakarta, tempat awal mereka menetap

www.getscoop.com
Harian Tribun Batam edisi hari ini, Jumat (9/9/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dua imigran yang selama ini berkemah di Taman Aspirasi Batam Centre, mendatangi Kantor Imigrasi Batam,Jumat siang.

Keduanya adalah Khadim Hussain (22) dan Ismail.

Khadim mengaku tidak tahu-menahu dengan kabar adanya 10 imigran yang diduga menjadi gigolo di Batam.

Pasca kejadian itupun, diakuinya tak ada perubahan terkait pengawasan dari pihak Imigrasi. Semuanya berjalan normal. "Tak ada pengetatan pengawasan," kata Khadim, Jumat (9/9).

Meski berasal dari negara yang sama dengan imigran yang ditangkap, Khadim mengaku tidak saling mengenal satu sama lain. Diapun tampak terkejut dengan informasi itu.

"Saya tidak tahu. Saya juga tidak kenal dengan mereka," katanya saat keluar dari kantor Imigrasi Batam.

Ketika ditanya terkait kedatangannya bersama kawannya bernama Ismail ke Kantor Imigrasi, Khadim mengatakan, bukan untuk urusan penangkapan 10 imigran yang tinggal di Hotel Kolekta.

Imigran yang sudah bisa berbahasa Indonesia ini meminta pihak Imigrasi mengembalikan surat dari PBB, terkait perlindungan mereka sebagai pencari suaka.

"Kami minta surat dari PBB. Surat kami itu dulu diambil Imigrasi. Katanya disuruh ambil hari ini pukul dua siang (14.00), tapi tak ada informasi lagi," ujarnya.

Surat dari PBB itu, kata Khadim, akan digunakannya untuk keluar dari Batam. Dia dan Ismail ingin balik lagi ke Jakarta, tempat awal mereka menetap sebelum pindah ke Batam.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved