Bagaimana Kondisi Investasi di Batam? Ini Analisis Rektor Universitas Putra Batam
Lemahnya pertumbuhan industri di Kota Batam, tidak terlepas dari kenyamanan para investor yang ingin menanamkan modalnya di Batam.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Lemahnya pertumbuhan industri di Kota Batam, tidak terlepas dari kenyamanan para investor yang ingin menanamkan modalnya di Batam.
Hal tersebut diungkapkan oleh Nur Elfi Husda, Rektor Universitas Putra Batam, Rabu (21/9/2016).
Hal yang paling utama yang dibutuhkan para investor dalam menanamkan modalnya ataupun menjalankan bisnisnya adalah kenyaman.
"Jika kenyamanan tidak bisa dirasakan oleh para investor maka mereka akan berpikir dua kali dalam menanamkan modalnya,"kata Nur.
Selama ini, dari pengamatan Nur Elfi Husda dari segi akademisi kenyamanan yang dirasakan oleh para investor yang ada di Kota Batam, masih jauh dari kenyataan, terlebih dalam hal permasalahan ketenagakerjaan yang tidak pernah ada habisnya.
"Hampir setiap tahun kita melihat ada aksi-aksi buruh yang menuntut upah. Memang kita akui hal tersebut sangat beralasan jika dilihat dari kenaikan harga kebutuhan yang terus naik. Namun disisi lain hal itu juga membuat para investor merasa terbebani,"terangnya.
Tidak sesuainya dan tidak sebandingnya kenaikan upah dengan kenaikan harga bahan pokok, membuat para buruh selalu menuntut upah yang sesuai.
"Tetapi di sisi lain, tidak adanya order yang bisa dikerjakan oleh perushaan membuat pihak perusahaan merasa terbebani dengan kenaikan upah tersebut,"kata Nur.(*)