Genset Rusak, Dua Bulan Warga Pulau Geranting Batam Hidup dalam Kegelapan

Masyarakat Pulau Geranting sedang mengalami masalah penerangan listrik lantaran mesin Genset yang selama ini digunakan mengalami kerusakan.

Genset Rusak, Dua Bulan Warga Pulau Geranting Batam Hidup dalam Kegelapan
tribunnews batam/istimewa
Anggota Tim Kebijakan Publik (KP) Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Batam saat berkunjungan ke Pulau Geranting, Kecamatan Belakangpadang, Sabtu (17/9/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Tim Kebijakan Publik (KP) Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Batam telah melakukan kunjungan ke Pulau Geranting, Kecamatan Belakangpadang, Sabtu (17/9/2016).

Kedatangan tim tersebut dalam rangka advokasi masyarakat Pulau Geranting yang sedang mengalami masalah penerangan listrik lantaran mesin Genset yang selama ini digunakan mengalami kerusakan.

Ketua KP Purnama mengatakan sudah lebih dari 2 bulan masyarakat Pulau Geranting hidup tanpa listrik.

“Sampai saat ini telah memasuki bulan kedua listrik di Pulau Geranting tidak menyala. Sehingga muncul permasalahan sosial, keamanan, kesehatan, pendidikan, ibadah, akses komunikas, informasi, perdagangan, ekonomi dan lain sebagainya,”ujar Purnama dalam rilis yang diterima Tribun Batam, Rabu (21/9/2016).

Masyarakat Pulau Geranting terdiri dari satu Rukun Warga (RW) dengan tiga Rukun Tetangga (RT).

Jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 200 KK dan jumlah penduduk sekitar 1.300 jiwa.

“Aksi cepat dari pihak terkait sangat kami nantikan. Lebih dari itu, peremajaan terhadap mesin listrik sangat mendesak karena mesin kami yang sudah tergolong tua. Agar kiranya dapat diganti dengan yang baru. Kami sering mengalami kesulitan ketika menghadapi kerusakan yang terjadi,”kata Jupri, Ketua RW Pulau Geranting.

Penanganan khusus dari pihak PLN merupakan solusi konkrit.

“Mungkin ini bisa diusulkan untuk pendirian anak cabang PLN yang beroperasi di wilayah Belakangpadang. Karena manajemen swadaya masyarakat yang selama ini sudah dijalankan banyak mengalami kendala di lapangan, seperti kendala operasional, pengelolaan keuangan, manajemen organisasi dan sumber daya,"kata Purnama. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved