Kata Menteri Sri Mulyani, Biaya Penyelamatan Bank di Indonesia Saat Krisis Paling Tinggi di Dunia

Biaya penyelamatan tersebut pun disebutnya sangat besar sepanjang sejarah.

Kata Menteri Sri Mulyani, Biaya Penyelamatan Bank di Indonesia Saat Krisis Paling Tinggi di Dunia
kompas.com/Yoga Sukmana
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Perkantoran Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (17/8/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, Indonesia pernah mengalami beberapa kali krisis dalam beberapa waktu terakhir.

Yang paling besar adalah krisis keuangan pada periode 1998 dan 1999 serta krisis keuangan global pada tahun 2008 hingga 2009.

“Indonesia juga mengalami krisis finansial. Yang paling buruk adalah tahun 1998 sampai 1999,” kata Sri saat memberi sambutan pada seminar Challenges to Global Economy yang diselenggarakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Kamis (22/9/2016).

Sri menjelaskan, kala itu pemerintah Indonesia harus merogoh kocek amat dalam untuk menyelamatkan sistem perbankan Indonesia dari jurang krisis.

Biaya penyelamatan tersebut pun disebutnya sangat besar sepanjang sejarah.

“Biaya penyelamatan sistem perbankan Indonesia salah satu yang tertinggi di dunia. Saya rasa hanya dibandingkan degan Argentina,” ungkap Sri.

Menurut Sri, pada 2008 dan 2009 Indonesia kembali mengalami krisis keuangan.

Pada periode krisis tersebut, Indonesia harus mengalami tekanan kepercayaan diri.

Berlandaskan pada krisis keuangan yang dialami Indonesia tersebut, pemerintah dan parlemen pun terdorong untuk menerbitkan Undang-undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK).

Kemudian, diterbitkan pula Undang-undang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK).

“Ini adalah perubahan fundamental tentang bagaimana kita mengelola krisis. Saya harap kita tidak akan menghadapi krisis lagi, setidaknya ketika saya masih menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu),” ungkap Sri. (kompas.com)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved