Pasca The Fed, Dolar AS Terkulai dan Diprediksi Sulit Menguat Apalagi Jelang Pilpres

Posisi dolar AS semakin tak bertenaga pada transaksi perdagangan pagi ini, Kamis (22/9/2016).

Pasca The Fed, Dolar AS Terkulai dan Diprediksi Sulit Menguat Apalagi Jelang Pilpres
www.teropongbisnis.com
Ilustrasi dolar 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA- Posisi dolar AS semakin tak bertenaga pada transaksi perdagangan pagi ini, Kamis (22/9/2016).

Mengutip data Bloomberg, pada pukul 08.01 waktu Singapura, The Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,1 persen.

Padahal kemarin, indeks dollar sudah tertekan hingga 0,7 persen.

Ini merupakan performa terburuk The Greenback dalam empat tahun terakhir.

Penurunan indeks dolar terjadi pasca The Federal Reserve memutuskan untuk menunda menaikkan suku bunga acuannya.

Bank sentral AS beralasan, mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengevaluasi kondisi perekonomian Amerika.

"Market melihat, The Fed tidak bisa terburu-buru untuk menaikkan suku bunga AS, sehingga yield obligasi AS terpangkas," jelas Tohru Sasaki, head of Japan markets research JPMorgan Chase di Tokyo kepada Bloomberg.

Menjelang pemilihan umum presiden AS, lanjut Sasaki, dolar semakin sulit menguat.

"Faktor ini juga yang menyebabkan posisi dollar melemah terhadap yen," tambahnya.

Sekadar tambahan informasi, yen berada di posisi 100,36 per dollar AS.

Yen sudah menguat 1,4 persen pada sesi terakhir setelah sebelumnya anjlok 1,1 persen menyusul keputusan BOJ yang mempertahankan kebijakan suku bunga negatifnya.

Sepanjang tahun ini, indeks dollar AS sudah turun 4 persen.

Ini merupakan penurunan tahunan pertama sejak 2012. (kontan, Barratut Taqiyyah)

Editor:
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved