Ini Akhir Kasus Penyanderaan ABG yang Kepergok Curi Kecap

Kemarin, kepala lingkungan, tokoh masyarakat dan pihak keluarga kedua belah pihak kami hadirkan. Mereka sepakat berdamai

Tribun Medan/Array
Ratusan warga Jl Karya, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat saat mengepung Toko Jakir Beuna Reseuki. Pemilik toko bernama Zakir menyandera bocah 15 tahun bernama Zul karena dituduh mencuri kecap, Jumat (23/9/2016) pagi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Zul, bocah 15 tahun yang sempat disandera pemilik Toko Jakir Beuna Reseuki bernama Muzakir alias Zakir (35) akhirnya berdamai di Polsekta Medan Barat.

"Kemarin, kepala lingkungan, tokoh masyarakat dan pihak keluarga kedua belah pihak kami hadirkan. Mereka sepakat berdamai," kata Kapolsekta Medan Barat, Komisaris Victor Ziliwu, Sabtu (24/9/2016).

Menurut Victor, Zul dan keluarganya tidak membuat laporan, sementara Zakir telah meminta maaf di hadapan polisi dan tokoh masyarakat.

"Sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Zakir dan pekerjanya sudah dipulangkan," kata Victor.

Sebelumnya, Zakir menyandera Zul karena menuduh bocah itu mencuri sejumlah botol kecap di gudang toko yang berada di Jl Karya, Gang Salak, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat.

Penyanderaan ini sempat membuat emosi warga karena Zakir menolak diajak secara kekeluargaan.
Karena dianggap mempersulit proses perdamaian, warga yang kesal mengepung toko Zakir. Warga juga nyaris melempari toko yang ada di pinggir jalan raya ini. (ray/tribun-medan.com)

Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved