Pegawai Sekolah SD di Singapura Cabuli Tiga Bersaudara di Singapura, Seperti Piala Bergilir

Setelah ia tamat dan meninggalkan sekolah itu, predator yang mendapat kepercayaan dari keluarga korban, melakukan hal yang sama terhadap anak kedua

Pegawai Sekolah SD di Singapura Cabuli Tiga Bersaudara di Singapura, Seperti Piala Bergilir
kompas.com/thinkstock
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Seorang karyawan di sekolah dasar mengaku bersalah telah melakukan pelecehan seksual terhadap tiga bersaudara.

Seperti dilaporkan The Straits Times Singapura, pegawai administrasi di sekolah itu melakukan pelecehan seksual dalam kurun waktu tahun 2009 hingga 2013.

Tragisnya lagi, pencabulan terhadap siswa laki-laki itu tidak dilakukan bersamaan, tetapi bergiliran dalam waktu yang berbeda.

Pria berusia 52 tahun itu melakukan pertama kali dengan anak tertua pada tahun 2009, Ketika itu sang bocah masih berusia 11 tahun.

Setelah ia tamat dan meninggalkan sekolah itu, predator yang mendapat kepercayaan dari keluarga korban, melakukan hal yang sama terhadap anak kedua.

Skandal mengejutkan ini terungkap Maret 2013. Ketika itu, ibu korban menerima pesan dari seorang untuk memindahkan anaknya dari sekolah itu.

Awalnya, si sulung diam. Namun sang adik kemudian mengakui apa yang dialaminya. Betapa terkejutnya sang ibu, ternyata bukan hanya anak pertama dan kedua, tetapi putra bungsunya juga mengakui bahwa ia juga menjadi korban.

Sang ibu langsung melaporkan kasus itu ke polisi. Predator itu kemudian ditangkap dua hari kemudian.

Pada Kamis (29/9/2016), pria itu akhirnya mengakui perbuatannya di pengadilan.

Pria ini ternyata telah melakukan pelecahan sebanyak 36 kali kepada tiga bersaudara tersebut.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved