Minggu, 19 April 2026

Batik China Banjiri Indonesia. Bagaimana Cara Antisipasinya Ya, Kata Puan Maharani

"Maka itu saya meyakini kualitas, motif, warna, kreativitas, alhamdulilah, Indonesia itu yang terbaik," lanjut dia

Editor: Mairi Nandarson
Indra Akuntono/kompas.com
Menko PMK Puan Maharani saat berkunjung ke Institut Seni Indonesia di Padang Panjang, Sumatera Barat, Jumat (29/4/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyoroti derasnya arus batik impor dari China. Menurut dia, hal tersebut dapat mengancam industri batik nasional.

"Batik printing China membanjiri Indonesia. Saya pikir, bagaimana cara antisipasinya," ujar Puan saat menghadiri pameran batik di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2016).

Meski kondisi itu mengancam, ada hal yang membuat Puan optimistis produk batik dari dalam negeri tetap dapat bersaing dengan batik impor, yakni soal kualitas bahan dan motif.

"Kalau dilihat saksama, batik punya kita itu lebih halus dan rapih. Pembatik kita memang nomor satu, enggak bisa dikalahkan. Sampai titik, lurik, corak, garis, itu detail dan itulah yang enggak bisa dibuat mereka (negara impor)," ujar Puan.

"Maka itu saya meyakini kualitas, motif, warna, kreativitas, alhamdulilah, Indonesia itu yang terbaik," lanjut dia.

Selain itu, Puan mengklaim, keberpihakan pemerintah terhadap industri batik nasional cukup tinggi. Oleh sebab itu, Puan tetap yakin batik nusantara akan tetap unggul dibandingkan batik impor.

"Namun, tentu saja inovasi harus tetap dilakukan agar kita tidak kalah saing," ujar Puan. (Fabian Januarius Kuwado)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved