Ruma Melayu Datangi DPRD, Ini Tuntutannya ke Ketua DPRD Kepri

Mahasiswa dan Pemuda (Ruma) Melayu mendatangi Kantor DPRD Kepri di Pulau Dompak, Senin (3/10/2016) siang. Ini tuntutannya soal pemilihan Wagub Kepri

Penulis: Thom Limahekin |
tribunbatam/thom limahekin
Perwakilan Ruma Melayu saat bertemu dan mengajukan tuntutan terkait pemilihan Wagub ke Ketua DPRD Kepri, Senin (3/10/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Mahasiswa dan Pemuda (Ruma) Melayu mendatangi Kantor DPRD Kepri di Pulau Dompak, Senin (3/10/2016) siang. Mereka mengajukan sejumlah tuntutan seputar pemilihan wakil gubernur Kepri.

Tuntutan tersebut langsung diserahkan kepada ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak. Koordinator Ruma Melayu, Muhammad Firman Akrabi mengaku terus mendesak DPRD Kepri agar menaruh perhatian serius pada pemilihan wakil gubernur Kepri ini. Desakan tersebut akan terus dilakukan mereka sampai kedatangan Presiden RI Joko Widodo pada penutupan rangkaian kegiatan Festival Bahari Kepri (FKB), 30 Oktober 2016 nanti.

"Aksi kami ini tidak hanya sampai di sini saja tetapi akan terus kami gelar pada saat kedatang Jokowi pad FBK nanti," ucap Firman usai bertemu Jumaga dan Sekwan Kepri Hamidi.

Selain mendesak proses pemilihan wakil gubernur Kepri, Ruma Melayu juga menuntut agar DPRD Kepri lebih selektif memilih kandidat wakil gubernur Kepri tersebut. "Kami tidak ingin wakil gubernur Kepri yang pernah terjerat kasus hukum," tegas Firman lagi. Kendatipun demikian Firman sendiri tidak menyebutkan nama calon yang disetujui oleh Ruma Melayu.

"Kami tidak mempunyai calon. Kami berharap agar calon yang diusung itu tidak pernah terjerat kasus hukum. Kami melihat kedua nama yang disebutkan itu tidak layak," tandas koordinator Ruma Melayu merujuk dua nama yang menguat sebagai calon usungan partai pengusung.

Jumaga mengatakan menerima usulan dan aspirasi mahasiswa. "Kami di DPRD ini perpanjangan tangan dari partai. Saya tidak bisa mengarahkan apalagi memerintahkan partai," kata Jumaga.‬

‪Jika mahasiswa melihat ada beberapa cawagub yang bermasalah, Jumaga menyarankan untuk melampirkan bukti pendukung tudingan tersebut ke Partai Pengusungnya. "Jadi adek-adek mahasiswa, kalau memang ada calon yang bermasalah, lampirkan buktinya. Agar tidak menjadi fitnah kepada calon tersebut," kata Jumaga.‬ (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved