Soal Mahalnya Tarif Peti Kemas ke Singapura, KPPU Batam Naikkan Pengusutan Menjadi Penyelidikan

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah Batam menaikkan status klarifikasi menjadi penyelidikan

Soal Mahalnya Tarif Peti Kemas ke Singapura, KPPU Batam Naikkan Pengusutan Menjadi Penyelidikan
Tribun Batam/Argianto
Suasana pelabuhan peti kemas di pelabuhan Batuampar Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah Batam menaikkan status klarifikasi menjadi penyelidikan. Itu berkaitan dengan sorotan KPPU terhadap mahalnya tarif peti kemas tujuan Batam-Singapura.

Meski jarak keduanya dekat hanya 28 km, nyatanya tarif yang diberlakukan jauh lebih mahal dibandingkan tarif peti kemas tujuan Jakarta-Malaysia yang berjarak 1.296 km.

"Kami mau lanjut ke tahap penyelidikan. Kalau kemarinkan sebatas klarifikasi saja," kata Kepala Kantor Perwakilan KPPU Daerah Batam, Lukman Sungkar saat dihubungi Tribun, Senin (3/10/2016).

Dalam tahap penyelidikan ini, berdasarkan undang-undang KPPU memiliki kekuatan hukum untuk meminta data ataupun memanggil pihak-pihak tertentu untuk dimintai keterangannya. Lukman berharap kepada pihak-pihak yang dipanggil nantinya, bisa kooperatif.

"Kalau kemarin diundang datang, pengusahakan masih bisa bilang berhalangan. Di tahap penyelidikan ini, wajib datang. Kami punya kekuatan hukum," ujarnya.

Di tahap penyelidikan, titik fokus KPPU tertuju pada wajar atau tidaknya tarif dasar yang diberlakukan pengusaha peti kemas. Untuk selanjutnya dilakukan pembuktian.

"Kami mau cari alat bukti juga. Kalau memungkinkan atau ditemukan indikasi pelanggaran, baru lanjut ke perkara. Tapi itu masih panjang tahapannya," kata Lukman.

Sebelum tahapan penyelidikan itu dilakukan, KPPU Daerah Batam terlebih dahulu harus meminta persetujuan dari KPPU pusat di Jakarta. Dari situ, proses penyelidikan bisa dilanjutkan.

"Besok kami mau ke Jakarta dulu. Minta persetujuan supaya dilakukan penyelidikan," ujarnya.

Pada tahap penyelidikan, KPPU rencananya juga akan melibatkan ahli. Di samping ada tim khusus yang kompeten, melakukan penyelidikan berkaitan dengan wajar atau tidaknya tarif peti kemas yang jadi sorotan saat ini.

"Siapa-siapa saja yang akan kami panggil dalam penyelidikan ini, tentunya pengusaha sebagai pelaku usaha peti kemas, agen-agennyalah. Karena walaupun agen-agennya ada di Batam, tarif masih ditentukan Singapura. Bea dan cukai, syahbandar pelabuhan, termasuk konsumen juga akan kami panggil," kata Lukman.

Kapan waktunya? Lukman menargetkan tahapan penyelidikan akan dilakukan sesegera mungkin. Begitu mendapat persetujuan dari KPPU pusat. (*) 

Penulis: Dewi Haryati
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved