Bocoran Isi Ranperda Parkir Batam, Kendaraan Pelanggar Langsung Digembosi

Bocoran Isi Perda Parkir Batam, Kendaraan Pelanggar Langsung Digembosi

Bocoran Isi Ranperda Parkir Batam, Kendaraan Pelanggar Langsung Digembosi
tribunbatam/argianto
Sorang juru parkir tengah mengatur kendaraan di Batam, Senin (3/10/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pansus tentang Rancangan Peraturan Daerah tentang Parkir, baru saja dibentuk. Ranperda yang diusulkan Pemko Batam ini, sejatinya merupakan revisi dari Perda Kota Batam Nomor 1 tahun 2012 tentang parkir.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Jefri Simanjuntak mengakui, pada penerapan perda parkir sebelumnya, memang banyak kelemahan. Terutama dari sisi penerimaan retribusi parkir yang masuk sebagai PAD Kota Batam.

Realisasi PAD dari retribusi parkir jauh dari target yang diharapkan. Sebagai contoh, asumsi Rp3 miliar dari retribusi parkir, namun realisasi kurang dari angka itu.

"Pungutan retribusi parkir yang di spot-spot jalan umumkan masih pakai pola konvensional, atau tidak tertulis. Jadi masih banyak kebocoran di lapangan karena tidak menggunakan pola elektronik," kata Jefri saat dihubungi Tribun, Selasa (4/10/2016).

Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena kurangnya pengawasan Dinas Perhubungan dalam pengelolaan sistem parkir di Batam. Di samping itu, Dishub juga masih menggunakan pola bagi hasil dengan pihak kedua, dalam pungutan retribusi parkir.

"Tidak ada itu di aturan soal bagi hasil dengan pihak kedua. Ini menurut kami juga menjadi kelemahan dari Dishub," ujarnya.

Di samping itu, kata Jefri, perda parkir yang lama juga tidak memuat soal sanksi tegas bagi mereka yang melanggar aturan. Misalkan parkir kendaraan di sembarang tempat.

"Seharusnya ada sanksi bagi pelanggar. Misalkan ban mobilnya digembosi," kata Jefri.

Soal parkir berlangganan, nilainya juga menjadi produk gagal dari perda parkir. Empat tahun pelaksanaan sejak 2012 lalu, parkir berlangganan itu tak juga berjalan mulus. Namun parkir berlangganan ini tetap dipertahankan pada ranperda parkir.

"Parkir berlangganan ini salah satu jalan untuk meminimalisir kebocoran," ujarnya. (*)

Berita Terkait Baca Tribun Batam Edisi Rabu (5/10/2016)

Penulis: Dewi Haryati
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved