Upaya Kudeta di Turki

Diduga Terkait Kudeta, Turki Kembali Pecat 12.800 Polisi

Pemerintah Turki, Selasa (4/10/2016) membebastugaskan 12.800 polisi karena tuduhan terkait percobaan kudeta militer di bawah komando Fethullah Gulen.

Diduga Terkait  Kudeta, Turki Kembali Pecat 12.800 Polisi
aa.com.tr
Turki 

Minggu lalu misalnya. Pemerintah menutup setidaknya 12 stasiun televisi yang terhubung dengan kelompok Kurdi.

Pemerintah setempat berdalih, keberadaan mereka dapat mengancam keamanan nasional.

Tak tanggung-tanggung, penutupan siara pun diberlakukan terhadap sebuah stasiun televisi yang menayangkan film kartun bagi anak-anak dengan bahasa Kurdi.

Sementara Gulen, yang hidup dalam pengasingan di Pennsylvania, Amerika Serikat, berulang kali membantah keterlibatannya dalam kudeta militer tersebut.

Kudeta itu telah berujung pada tewasnya 270 orang.

Kendati demikian, Turki tetap mendesak AS untuk mau mengekstradisi Gulen, agar tokoh tersebut dapat dihadapkan ke muka pengadilan.

Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag sempat menyebutkan bahwa ada laporan intelijen yang menyebut bahwa Gulen saat ini sedang mencari negara ketiga untuk pelariannya.

"Dia kini sedang mencari tempat pelarian, demi menghindar dari kemungkinan langkah ekstradisi yang dilakukan AS," ungkap Bozdag seperti dikutip AP.

"Kami menerima informasi intelijen, bahwa Gulen sedang menjadi tempat yang cocok atau negara yang cocok," sambungnya.

Harian Hurriyet edisi Selasa menyebut, negara-negara yang diincar Gulen adalah Brazil, Belgia dan Kanada. (kompas.com)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved