Setahun Tahun Selidiki Korupsi di Malaysia, Begini Modus Kongkalingkongnya

Proyek-proyek yang terkait dengan air nilainya mencapai RM3,3 miliar atau sekitar Rp 10,3 triliun dari Pemerintah Federal.

Setahun Tahun Selidiki Korupsi di Malaysia, Begini Modus Kongkalingkongnya
The Star
Uang hasil korupsi kakap di Sabah, Malaysia 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KINABALU - Kasus korupsi yang mengguncang negara bagian Sabah, Malaysia, terbongkar.

Badan Antio Korupsi Malaysia (MACC) menyita sejumlah uang bernilai sekitar Rp 350 miliar, sembilan mobil mewah senilai 3 juta ringgit, perhiasan dan jam tangan mewah dari para pelaku.

Jam tangan mewah terdiri merek seperti Patek Philippe, Tag Heuer, Rolex, Cartier dan Guess sementara tas termasuk Chanel, Burberry, Versace, Louis Vuitton dan Hermes.

Wakil Komisaris Utama MACC Datuk Azam Baki mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melacak aliran dana korupsi tersebut di bank-bank di Malaysia dan bank di negara tetangga. Tidak disebutkan negara dan bank tersebut.

Hingga saat ini, MACC sudah memeriksa 35 orang terkait kasus tersebut.

Tidak mudah bagi MACC untuk mengungkap kasus yang dilaporkan oleh masyarakat itu. Mereka mulai melakukan penyelidikan sekitar satu tahun lalu.

"Kami telah melakukan pengumpulan informasi intelijen dan pengawasan pada dua dan rekan bisnis mereka (Departemen Air)."

Para tersangka ini diduga monopoli proyek untuk mencegah kontraktor lainnya mendapatkan bagian yang adil dari sejumlah proyek di departemen itu.

MACC meyakini, kongkalingkong ini sudah berlangsung sejak tahun 2010 sehingga nilai korupsi yang akan diungkap bisa lebih besar lagi dari barang bukti yang disita.

Azam mengatakan, direktur dan wakil direktur di departemen ini adalah aktor utama dalam korupsi ini.

Keduanya diduga memberikan proyek kepada perusahaan tertentu milik keluarga mereka. Proyek-proyek yang terkait dengan air nilainya mencapai RM3,3 miliar atau sekitar Rp 10,3 triliun dari Pemerintah Federal.

"Sudah banyak keluhan oleh kontraktor lain yang mereka tidak bisa mendapatkan proyek," katanya.

Rabu lalu, hakim Stephanie Sherron Abbie telah memberikan izin kepada MACC untuk menahan seorang pegawai di departemen itu, Mohd Faliq Basiruddin, selama empat hari.

Setelah itu, MACC menangkap sejumlah orang dan menahan mereka selama seminggu. Penahanan dapat diperpanjang jika dibutuhkan.

"Kami masih bekerja di luar untuk menelusuri jejak uang, dan itu akan memakan waktu karena ini kasus yang kompleks," katanya.

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved