Minggu, 12 April 2026

Suami Korupsi, Istri Pejabat Malaysia Ini Ikut bergelimang Harta dan Tas Mahal

Saat melakukan penggeledahan di rumah mereka, MACC menyita 94 tas bermerek yang nilainya mencapai setengah juta ringgit atau sekitar Rp 1,5 miliar.

The Star
Uang hasil korupsi kakap di Sabah, Malaysia 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM. KINABALU - Kasus korupsi ratusan miliar rupiah yang dibongkar oleh badan anti-korupsi Malaysia (MACC) di Sabah, mengungkap gaya hidup keluarga pimpinan departemen air tersebut.

MACC menyita sembilan mobil mewah berbagai merek yang total jenderalnya 3 juta ringgit atau sekitar Rp 9,3 miliar.

Mereka juga mengkoleksi puluhan jam tangan mewah berbagai merek yang belum dihitung nilainya.

Tentu saja cipratan uang hasil korupsi ini juga dinikmati oleh keluarganya, terutama istri direktur dan wakil direktur yang tertangkap.

Saat melakukan penggeledahan di rumah mereka, MACC menyita 94 tas bermerek yang nilainya mencapai setengah juta ringgit atau sekitar Rp 1,5 miliar.

Wakil Komisaris Utama MACC Datuk Azam Baki mengatakan bahwa 94 tas ini terdiri atas bermacam merek ternama. Mulai dari Chanel, Burberry, Versace, Hermes dan Louis Vuitton.

Tas-tas mewah itu digunakan oleh istri direktur departemen air Sabah.

Pencarian harta kekayaan dua pejabat korup itu belum berhenti karena MACC meyakini masih banyak simpanan mereka di dalam dan luar negeri, termasuk safe deposit box.

Penyelidik sudah menanyakan hal itu kepada direktur dan wakilnya dalam 72 jam terakhir. Namun mereka belum membeberkan kekayaan mereka.

"Kami belum tahu. Kami saat ini masih mencoba menggali, mengapa mereka bisa memiliki kekayaan yang begitu besar, jauh di atas logika pendapatan mereka sebagai pejabat negara," kata Azam.

Dua pejabat itu ditangkap MACC, Rabu lalu. Seorang pengusaha berusia 55 tahun yang hanya disebut bernama "Datuk" juga ditahan. Pengusaha ini adalah saudara wakil direktur.

MACC juga menahan seorang akuntan perusahaan tersebut untuk menyelidiki labih jauh permainan korupsi di lembaga tersebut.

Petugas sudah menyita barang bukti sebesar RM114 juta atau sekitar Rp 350 miliar rupiah.

MACC mengerahkan 30 petugas untuk menghitung seluruh uang tersebut. Mereka membutuhkan 15 jam waktu unhtuk menghitung semuanya.

Selain uang tunai, badan antirasuah Malaysia juga menyita sembilan kendaraan mwah, jam tangan mahal serta perhiasan yang nilainya diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Para tersangka diyakini memiliki 127 properti dan sertifikat tanah yang dokumennya ditemukan di rumah wakil direktur. Nilainya diperkirakan lebih dari RM60 juta atau Rp 180 miliar.

"Pada akhir penyelidikan, kita mungkin akan menemukan sekitar RM200 hingga RM300 juta," katanya.

Semua kekayaan itu diduga hasil korupsi yang dilakukan dalam enam tahun terakhir.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved