Dugaan Korupsi KTP Elektronik

KPK Periksa Gamawan Fauzi Terkait Kasus Dirjen Dukcapil, Ini Penjelasan KPK

Mantan Mendagri Gamawan Fauzi memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyidikan dugaan korupsi e-KTP

KPK Periksa Gamawan Fauzi Terkait Kasus Dirjen Dukcapil, Ini Penjelasan KPK
Tribunnews.com/Eri Komar
Gamawan Fauzi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri 2009-2014 Gamawan Fauzi memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyidikan dugaan korupsi pengadaan penerapan KTP elektronik atau e-KTP.

Gamawan tiba di KPK sekitar pukul 09.21 WIB dan menyempatkan diri menjawab alakadarnya pertanyaan wartawan.

"Ini pertama kalinya, saya belum tahu ini (materi pemeriksaan)," singkat Gawaman di KPK, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Gamawan yang tiba mengenakan kemeja dan jaket pun langsung masuk ke lobi KPK untuk menunggu dipanggil KPK.

Gamawan akan dimintai keterangannya untuk tersangka bekas Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Irman.

Sebelumnya, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin kembali menyinggung peran Gamawan terkait pengadaan e-KTP. Menurut Nazaruddin, ada uang yang mengalir ke Gamawan.

"Sekarang yang pasti e-KTP sudah ditangani oleh KPK. Kita harus percaya dengan KPK, yang pasti mendagrinya harus tersangka," kata Nazaruddin usia diperiksa di KPK, Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Pada kasus tersebut, KPK telah mengumumkan dua orang tersangka.

Selain Irman, KPK terlebih dahulu menentapkan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto sebagai tersangka.

Sugiharto sendiri hingga kini belum ditahan KPK. Dia sudah menyandang status tersangka selama 2,4 tahun.

Keterangan terbaru, Sugiharto hingga kini belum ditahan karena mengaku hilang ingatan.

Ketua KPK Agus Rahardjo sebelumnya mengungkapkan nilai kerugian negara akibat korupsi pengadaan e-KTP mencapai Rp 2 triliun. (*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved