Breaking News:

Di Gedung Sumatera Promotion Center. Duo Menteri Tinggalkan Pesan: Dilarang Pungli Ya!

Di PTSP BP Batam, Menteri Tenaga Kerja Hanif berinteraksi kepada petugas yang melayani perizinan di bidang ketenagakerjaan

Penulis: Dewi Haryati | Editor: Mairi Nandarson
TRIBUN/ARGIANTO DA NUGROHO
Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakiri dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Wali Kota Batam HM Rudi saat meninjau balai latihan kerja kota batam, Sagulung, Batam, Jumat (14/10/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Menteri Tenaga Kerja RI, M Hanif Dhakiri dan Menteri PAN RB, Asman Abnur meninjau pelayanan publik di PTSP BP Batam dan Pemko Batam di Gedung Sumatera Promotion Center, Jumat (14/10/2016).

Fokus tinjauan kedua menteri itu lebih ke pelayanan publik yang bebas dari pungli.

Terlebih baru-baru ini Presiden Joko Widodo membuat kebijakan OPP (Operasi Pemberantasan Pungli), yang kini berubah nama menjadi Saber Pungli.

Di PTSP BP Batam, Menteri Tenaga Kerja Hanif berinteraksi kepada petugas yang melayani perizinan di bidang ketenagakerjaan.

Khususnya untuk pelayanan izin tenaga kerja asing.

"Ini petugas BPJS Ketenagakerjaannya mana?" tanya Menteri Hanif.

Dia juga menanyakan soal berapa lama pelayanan izin yang berkaitan dengan perusahaan.

Termasuk mengomentari pendaftaran kode barcode yang masih menggunakan cara manual, tulisan tangan di kertas.

"Kok masih ada kertas-kertas lagi? Ini nanti disalin ke komputer lagi kan?" tanyanya.

Sementara petugas yang ditanya, hanya menjawab diplomatis.

Sebelum beranjak dari layanan izin yang berada satu tempat dengan meja BPJS Ketenagakerjaan itu, Hanif mewanti-wanti petugas di depannya agar tidak melakukan pungli.

"Dilarang pungli ya!," kata Hanif.

Hal yang sama juga ditegaskan Menteri PAN RB, Asman Abnur.

"Seperti harapan Pak Presiden, untuk pelayanan publik tak boleh main-main. Tak ada pungli," kata Asman.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved